Tuesday, 5 Jumadil Awwal 1444 / 29 November 2022

Tuesday, 5 Jumadil Awwal 1444 / 29 November 2022

Telkom Luncurkan metaNesia, Metaverse Hadirkan Virtual Seperti Nyata

Jumat 29 Jul 2022 19:31 WIB

Rep: arie lukihardianti/ Red: Hiru Muhammad

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) melalui payung Leap-Telkom Digital akan segera menciptakan dunia metaverse yang bisa dimanfaatkan masyarakat.

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) melalui payung Leap-Telkom Digital akan segera menciptakan dunia metaverse yang bisa dimanfaatkan masyarakat.

Foto: istimewa
Akan banyak peluang-peluang baru yang tercipta dari kehadiran metaverse.

REPUBLIKA.CO.ID,BANDUNG--PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) melalui payung Leap-Telkom Digital akan segera menciptakan dunia metaverse yang bisa dimanfaatkan masyarakat. Menurut Deputy Executive Vice President Digital Technology & Platform Business Telkom Indonesia, Ery Punta Hendraswara, dengan diberi nama metaNesia, dunia metaverse buatan Telkom ini merupakan akronim dari Metaverse Indonesia. 

Menurutnya, tak hanya sekadar menyuguhkan interaksi dengan visual biasa, metaNesia juga menawarkan pengalaman berbeda.  “Sebelumnya, orang punya persepsi kalau metaverse harus pakai VR (virtual reality), padahal metaverse more than that. Artinya interaksinya memang bisa menggunakan VR, tetapi kita juga mengenal augmented reality (AR)," ujar Ery,  Jumat (29/7/2022).

Baca Juga

Bahkan, kata dia, ada juga interaksinya yang lebih sederhana, seperti menggunakan handphone atau PC layaknya bermain gim. "Tapi di situ ada bentuk interaksi-interaksi baru yang dimungkinkan dari metaverse ini,” katanya.

Ery mengatakan, akan banyak peluang-peluang baru yang tercipta dari kehadiran metaverse. Misalnya, bagi korporasi, metaverse menjadi komponen tambahan untuk melayani konsumennya atau mendapatkan konsumen baru yang selama ini tidak terjangkau. 

“Pandemi membuat banyak perubahan. Jadi untuk brand, metaverse tidak hanya sekadar channel baru, tetapi ini suatu new experience dan membuka peluang baru juga untuk mereka memberikan sesuatu yang baru. Misalnya produk baru, di mana produknya bisa saja full digital di metaverse, tetapi di dunia nyata juga kita dapatkan,” papar Ery. 

MetaNesia, kata dia, diharapkan bisa menjadi batu loncatan bagi perekonomian virtual di Indonesia yang tidak hanya mewadahi perusahaan-perusahaan besar. Tetapi juga menjadi rumah bagi Usaha Kecil Mikro Menengah (UMKM) menjangkau peluang-peluang baru. 

Menurutnya, ketika sebuah perusahaan atau UMKM sudah masuk di metaNesia, usaha mikro memiliki kesempatan bekerja sama dan terhubung dengan perusahaan lainnya dengan mudah. Tak hanya itu, metaNesia juga bisa membuka jenis-jenis pekerjaan baru. 

“Telkom dalam posisi mengajak, Telkom akan menjadi hub dan kita bisa bersama-sama membangun metaverse-nya Indonesia. Kita terbuka untuk terhubung dengan metaverse lain yang sudah ada di Indonesia sehingga pertumbuhan metaverse di Indonesia jauh lebih cepat,” katanya. 

Ery mengatakan, Telkom menciptakan metaNesia karena tidak ingin menjadi tamu di negeri sendiri. Dengan infrastruktur yang dimiliki, Telkom yakin bisa menjadi hub metaverse yang bermanfaat bagi banyak pihak.  "MetaNesia ini bukan pesaing, tetapi kita merangkul dan bersama-sama agar semua anak bangsa bisa saling berkolaborasi," kata Ery. 

Salah satu konsep awal yang dibawa metaNesia, kata dia, adalah konser virtual. Pada konser virtual di metaNesia yang telah terselenggara menampilkan Pusakata dan Vidi Aldiano, pengunjung yang berada di tempat berbeda di dunia nyata, bisa bersama-sama menonton konser dan berinteraksi secara virtual layaknya di dunia nyata. 

MetaNesia juga menciptakan virtual commerce yang menyuguhkan interaksi berbeda. Yakni menyediakan plaza sebagai tempat orang untuk berbelanja. Pelaku-pelaku bisnis pun bisa berjualan di sana. 

“Selain konser dan berbelanja virtual, kami juga menyentuh misalnya gim dan fotografi. Belum lagi kalau sebuah korporasi ingin menciptakan digital twins. Jadi apa yang ada dari perusahaan itu di dunia nyata juga ada di metaNesia. Ini menciptakan efisiensi bagi perusahaan-perusahaan juga,” papar Ery. 

Sementara itu, Andrew Tarigan, Product Manager metaNesia mengatakan pada saat peluncuran metaNesia yang rencananya akan dihelat pada 31 Juli 2022 mendatang, audiens yang hadir akan merasakan berbagai pengalaman menarik dari banyaknya aktivitas yang disuguhkan Telkom. 

Peluncuran yang rencananya diselenggarakan pada perhelatan Digiland di Istora Senayan, Jakarta, ini dikemas dengan berbagai exhibition, entertainment, e-sport, pameran NFT dan fotografi, dan masih banyak suguhan menarik lainnya. "Di lokasi peluncuran metaNesia Telkom menyediakan virtual reality (VR), VR-Driving, dan PC. Dengan perangkat-perangkat tersebut, pengunjung bisa menonton konser Pusakata dan Vidi Aldiano secara virtual, merasakan mal dan berkeliling di dunia metaverse, test drive virtual, berkunjung ke galeri NFT, turnamen e-Sport, dan masih banyak keseruan serta pengalaman menarik lainnya," papar Andrew. 

MetaNesia merupakan bagian dari Leap-Telkom Digital sebagai umbrella brand produk dan layanan digital Telkom, yang hadir untuk mengakselerasi digitalisasi masyarakat Indonesia. Dengan adanya Leap, diharapkan dapat mendukung pertumbuhan ekosistem digital di Indonesia demi mengakselerasi terwujudnya kedaulatan digital nasional, sejalan target pemerintah dalam beberapa tahun mendatang. Untuk informasi lebih lanjut, dapat mengakses https://metanesia.id/ dan https://leap.digitalbisa.id/. 

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA