Wednesday, 9 Rabiul Awwal 1444 / 05 October 2022

Wednesday, 9 Rabiul Awwal 1444 / 05 October 2022

Ini Kondisi dan Penyakit yang Bisa Dialami Lansia

Jumat 05 Aug 2022 16:30 WIB

Rep: Rr Laeny Sulistyowati/ Red: Muhammad Hafil

 Ini Kondisi dan Penyakit yang Bisa Dialami Lansia. Foto:  Layanan pemerikasaan kesehatan untuk Lansia (ilustrasi).

Ini Kondisi dan Penyakit yang Bisa Dialami Lansia. Foto: Layanan pemerikasaan kesehatan untuk Lansia (ilustrasi).

Foto: Dok. Web
Penurunan fungsi tubuh dialami lansia.

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengingatkan saat memasuki usia lanjut usia (lansia), seseorang mengalami penurunan kondisi dan fungsi tubuh. Sehingga, bisa terjadi gangguan hingga menderita penyakit saat usia lanjut.

Direktur Kesehatan Usia Produktif dan Lanjut Usia Kemenkes Kartini Rustandi menjelaskan, saat lansia maka yang terjadi adalah mata yang mengalami penurunan penglihatan, kemampuan pendengaran yang menurun sehingga kalau berbicara dengan kelompok umur ini harus lebih keras. 

Baca Juga

"Kemudian, pencernaan metabolisme tubuhnya (mengalami penurunan). Kalau dulu bisa makan bakso dimana saja tetapi sekarang kok mencret ya," ujarnya, Kamis (4/8/2022).

Karena metabolisme kelompok usia ini kurang baik, dia melanjutkan, lansia kemudian memiliki tekanan darah tinggi (hipertensi). Atau bisa juga menderita penyakit jantung, bahkan gangguan paru kalau kurang bergerak. Tak menutup kemungkinan lansia mengalami gangguan pernapasan karena sistem imunitas tubuhnya yang menurun. Kemudian, ingatan juga jadi mudah lupa. 

"Itulah kenapa orang tua harus diindungi. Ajak untuk beraktivitas dan aktif," katanya.

Ia meminta anak-anaknya yang masih muda atau kelompok usia muda bisa memahami kondisi orang tua supaya tak tambah stres. Untuk menjadi orang tua yang sehat mandiri aktif dan produktif (SMART), Kartini meminta lansia bisa diajak beraktivitas. Bisa mengajak lansia untuk senam, dansa, ikuti kegiatan pos pelayanan terpadu (posyandu) lansia supaya mereka diperiksa dan diberikan aktivitas.

Ia menambahkan, jika lansia tidak dilatih senam dansa dan semacamnya maka akan menjadi kaku dan hubungan otak kiri dan kanan tak jadi baik. Padahal, ia mengingatkan menjadi lansia bukan berarti tak produktif karena masih memiliki kemampuan untuk mendoakan anaknya atau memberikan nasihat. 

"Ini perlu menjadi perhatian anak-anak muda," ujarnya.

Selain itu, ia meminta anak muda tidak bisa menyamakan kondisi orang tuanya seperti dulu. Misalnya marah ketika memanggil orang tua, padahal tak mendengarnya, kemudian orang tua yang lambat makannya, atau saat pelan-pelan berjalan ke mobil.  

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA