Sindikasi Republika

Siapa Pun Bisa Produktif dan Cuan di Media Sosial

Senin , 18 Jul 2022, 19:15 WIB Rep: wartaekonomi.co.id/ Red: wartaekonomi.co.id
Media Sosial (Unsplash/Sara Kurfeß)
Media Sosial (Unsplash/Sara Kurfeß) | Foto: Warta ekonomi

Pengguna internet di Indonesia pada tahun 2021 mengalami peningkatan. We Are Social mencatat kini pengguna internet di Indonesia mencapai 204,7 juta pengguna, di mana sebanyak 170 juta penggunanya menggunakan media sosial. 

"Ruang digital bisa jadi peluang untuk mendapatkan pekerjaan dan penghasilan lewat media sosial," ujar Billy saat webinar Makin Cakap Digital 2022 untuk kelompok komunitas dan masyarakat di wilayah Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur pada Kamis (14/7/2022), dalam keterangan tertulis yang diterima. 

Lebih jauh, dia mengatakan, selama ini media sosial merupakan tempat mencari hiburan, menambah relasi atau teman. Namun jika pandai mencermatinya, media sosial merupakan media tempat berkarya dan produktif. Produktif di media sosial sangat nyata saat ini, ada pekerjaan-pekerjaan yang berpotensi bisa menghasilkan.

Baca Juga: Kenali Risiko Aktivitas di Internet, Setiap Pengguna Perlu Kemanan Digital

Billy mencontohkan beberapa profesi yang saat ini begitu menjanjikan, seperti influencer dan content creator, bisnis online dan konsultan sosial media yang mengelola akun-akun bisnis atau orang lain dengan konten dan desain. Akan tetapi, sebagian orang juga masih bingung karena belum bisa membuat konten atau tidak tahu ingin berbisnis apa di media sosial. 

Untuk itu, menurutnya mulai dan lakukan saja. Sebab keahlian akan muncul karena seseorang sering melakukan sesuatu. Billy juga memberikan beberapa kiat memulai langkah kecil untuk bisa produktif di media sosial, di antaranya memilih media sosial yang paling mudah, pilih konten yang paling disukai, gunakan teknik ATM (amati, tiru, modifikasi), pemula juga bisa menggunakan aplikasi desain dari Canva untuk membuat logo, banner, maupun konten. 

"Belajar untuk lebih ahli juga bisa dilakukan dari berbagai macam platform seperti Google dan YouTube," katanya lagi. 

Baca Juga: Kuasai Digital Skills untuk Bersaing di Era Teknologi

Merespons perkembangan Teknologi Informasi Komputer (TIK), Kementerian Komunikasi dan Informatika RI bersama Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) Siberkreasi melakukan kolaborasi dan mencanangkan program Indonesia Makin Cakap Digital. Program ini didasarkan pada empat pilar utama literasi digital yakni Kemampuan Digital, Etika Digital, Budaya Digital, dan Keamanan Digital. Melalui program ini, 50 juta masyarakat ditargetkan akan mendapat literasi digital pada tahun 2024.

Webinar #MakinCakapDigital 2022 untuk kelompok komunitas dan masyarakat di wilayah Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan Siber Kreasi. 

Kali ini hadir pembicara-pembicara yang ahli di bidangnya antara lain Enterpreneur dan Founder of Coffee Meets Billy Tanhadi. CEO Satmaka Rahaja, M Ilham Faris, serta mengundang Key Opinion Leader (KOL) seorang Public Figure Fanny Fabriana. Untuk informasi lebih lanjut mengenai program Makin Cakap Digital hubungi info.literasidigital.id dan cari tahu lewat akun media sosial Siberkreasi.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan Warta Ekonomi. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab Warta Ekonomi.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext 308

Phone: 021 780 3747

yogya@republika.co.id

Ikuti

× Image
Light Dark