Sindikasi Republika

17 Mitos Seputar Kehamilan yang Jangan Dipercaya Lagi

Senin , 08 Aug 2022, 19:00 WIB Rep: cermati.com/ Red: cermati.com
Cermati
Cermati | Foto: Cermati

Ibu hamil (bumil) sering merasa tidak nyaman dengan beragam mitos yang beredar di masyarakat. Mitos gak boleh ini lah, itu lah. Terlalu banyak mitos atau pamali yang justru bisa bikin bumil merasa takut dan stres.

Begitu wanita dinyatakan positif hamil, apalagi mengandung anak pertama, mulai deh suami, ibu kandung, ibu mertua protektif. Sederet pantangan dijabarkan satu persatu. Malah ada yang sampai membuatkan daftar larangan untuk bumil.

Memang sih tujuannya baik agar kehamilan perdana berjalan lancar, si jabang bayi lahir dalam keadaan sehat dan sempurna (tak kekurangan suatu apapun). Sayangnya, pantangan untuk bumil ini berkembang dari mitos-mitos yang dipercaya orang zaman dulu. Turun temurun ke orangtua, lalu diajarkan ke anak-anak demi keselamatan sang cucu di dalam kandungan.

Baca Juga:  Hamil di Trimester Satu, Dua, dan Tiga" href="https://www.cermati.com/artikel/biar-gak-bingung-ini-persiapan-ibu-hamil-di-trimester-satu-dua-dan-tiga" target="_blank"> Biar Gak Bingung, Ini Persiapan Ibu Hamil di Trimester Satu, Dua, dan Tiga

 

17 Mitos seputar Kehamilan yang Jangan Dipercaya Lagi

mitos kehamilan

  1. Potong Rambut Bikin Bayi Cacat

    Bumil biasanya sering merasa kegerahan akibat perubahan tubuh dan hormon. Adanya perubahan tersebut juga dapat mempengaruhi kondisi rambutnya. Tadinya punya rambut tebal, tetiba rontok dan mulai menipis.

    Gerah dan rambut rontok bisa membuat bumil tidak nyaman. Namun karena mitos potong rambut dapat menyebabkan cacat janin, seperti gangguan penglihatan dan keguguran, bumil terpaksa mengurungkan niatnya.

    Faktanya dari sisi medis maupun hukum agama Islam, potong rambut untuk ibu hamil muda maupun hamil tua, diperbolehkan. Tidak ditemukan bahaya bagi bumil yang potong rambut asal memperhatikan hal berikut ini:

    • Tidak pakai obat-obatan atau produk yang mengandung bahan kimia berbahaya
    • Jika ingin melakukan perawatan rambut (creambath, rebonding, smooting) dan mengecat rambut, gunakan bahan alami yang tidak berbahaya untuk pertumbuhan janin.

  2. Makan Nangka dan Nanas Menyebabkan Keguguran

    Mitos kehamilan populer lainnya adalah bumil dilarang makan buah nangka dan nanas. Mitos mengonsumsi buah nangka dapat membahayakan janin, tidak benar. Belum ada penelitian yang bisa membuktikannya.

    Buah nangka memiliki kandungan gizi asam volat, vitamin A dan C, magnesium, kalsium, zat besi, dan lemak jenuh yang rendah sehingga aman dikonsumsi untuk bumil. Namun kalau ternyata setelah makan, bumil merasakan sensasi panas di perut, itu karena buah nangka punya kandungan gas cukup tinggi.

    Jadi bukannya tidak boleh makan buah nangka selama hamil. Asalkan konsumsinya tidak berlebihan. Begitupun dengan makan buah nanas. Buah ini mengandung bromelain, yakni enzim yang dapat memberi reaksi kontraksi uterus kalau dikonsumsi dalam jumlah banyak. 

  3. Pijat Punggung Belakang Bawah Membuat Wajah Bayi Belang

    Sakit punggung kerap dialami bumil. Itu terjadi lantaran banyak perubahan hormon dan otot panggul, sehingga mengakibatkan sakit pada bagian tulang panggul dan punggung bagian bawah. Kalau sudah merasakan sakit, rasanya ingin segera memijat punggung belakang.

    Tapi teringat dilarang memijat punggung karena konon katanya dapat menyebabkan wajah bayi belang atau mempengaruhi bentuk wajah bayi. Faktanya, tidak masalah tuh punggung dipijat. Alasannya karena ada air ketuban di dalam rahim yang akan melindungi janin dari benturan atau guncangan.

    Sebetulnya, yang tidak boleh adalah memijat perut. Justru jangan percaya kalau perut bumil turun, harus dipijat. Itu malah membahayakan janin, karena berpotensi lepasnya plasenta yang nempel di rahim.

  4. Konsumsi Kacang Hijau Bikin Rambut Bayi Lebat

    Ketika mengandung, bumil rajin mengonsumsi bubur kacang hijau atau minuman sari kacang hijau. Katanya sih bisa bikin rambut bayi tebal nan lebat.

    Memang kacang hijau sangat baik bila dikonsumsi bumil karena mengandung vitamin B, vitamin E dan protein. Nutrisi tersebut memang dapat membantu pertumbuhan bayi. Akan tetapi, rambut bayi lebat atau tidak sebenarnya lebih dipengaruhi genetik orangtua.

  5. Minum Air Kelapa Bikin Kulit Bayi Putih Mulus

    Mitos yang banyak diyakini bumil lainnya adalah minum air kelapa agar kulit bayi bersih, putih, dan mulus. Air kelapa tidak dapat mengubah warna kulit seseorang, termasuk bayi meski air kelapa mengandung vitamin C yang bisa membuat kulit lebih kenyal.

    Soal warna kulit bayi, itu dipengaruhi oleh genetik orangtua. Sedangkan bayi akan bersih kalau terlahir cukup umur, yakni lebih dari 36 minggu karena lemak fernik yang menutupi tubuh janin akan rontok. Minum air kelapa ya moms, supaya terhindar dari infeksi saluran kemih dan mencegah dehidrasi.

  6. Bumil Harus Pakai Peniti, Gunting, Bangle Agar Tak Diganggu Makhlus Halus

    Wanita yang tengah hamil muda, konon katanya rentan diganggu makhluk halus. Makanya dilarang untuk bepergian atau ke luar rumah di waktu maghrib. Khawatirnya janin dicuri jin atau makhluk astral lainnya.

    Orangtua selalu mengingatkan sang anak yang hamil untuk menyematkan peniti, gunting, dan bangle (tanaman obat dengan rasa dan aroma tidak enak) di baju atau pakaian dalamnya supaya terhindar dari gangguan tersebut.

    Dari sisi medis, benda-benda yang katanya jimat itu tak punya efek sama sekali bagi kesehatan dan keselamatan bumil maupun janinnya. Kalau bumil dan bayinya mau sehat, tentu saja harus makan-makanan bergizi, tidak boleh capek dan stres.

    Menurut Islam, percaya pada jimat adalah perbuatan syirik. Syirik termasuk dosa paling besar yang tidak diampuni Allah. Allah lah sebaik-baiknya penjaga. Jika bumil ingin bayi dilindungi dari makhluk yang ingin berbuat jahat, dekatkan diri pada Tuhan dengan perbanyak ibadah.

  7. Tidak Boleh Berhubungan Intim Selama Masa Kehamilan

    Siapa bilang selama masa kehamilan, bumil dilarang berhubungan intim dengan suami? Itu hanya mitos belaka. Berhubungan seks saat hamil diperbolehkan asal tidak dalam intensitas sering, misalnya setiap hari. Minimal tiga kali seminggu, meski itu bukan patokan.

    Menurut seorang bidan yang enggan disebutkan namanya, sperma dapat menginduksi persalinan. Meski aman dilakukan, sebaiknya pada trimester I kehamilan, suami tidak memuntahkan sperma di dalam, tapi dibuang di luar agar tidak memicu kontraksi. Namun disarankan bagi yang sudah masuk trimester akhir atau mendekati HPL untuk berhubungan intim dan mengeluarkan sperma di dalam.

  8. Pamali Melilitkan Handuk di Leher Agar Bayi Tak Terlilit Tali Pusar

    Mitos lainnya yang membayangi bumil adalah dilarang mengalungkan atau melilitkan handuk, headset, atau benda lainnya di leher kalau tidak mau bayinya terlilit tali pusar. Sebetulnya tidak ada hubungan sih ya. Bayi terlilit tali pusar yang panjang disebabkan karena bayi terlalu aktif bergerak di dalam kandungan.

  9. Diperbolehkan Mengonsumsi Anggur Merah

    Sebagian besar masyarakat percaya kalau anggur merah baik untuk kesehatan, terutama jika diminum dalam takaran yang pas. Hal ini tidak benar. Bagaimanapun juga, anggur merah mengandung alkohol yang dapat membahayakan kondisi janin, seperti memperbesar risiko terjadinya cacat fisik, gangguan mental, dan kerusakan sel-sel otak pada janin.

  10. Dilarang Mengecat Rambut selama Hamil

    Siapa bilang ibu hamil tidak boleh mengecat rambut? Mempercantik penampilan merupakan hal yang sangat lazim dilakukan oleh wanita, termasuk saat masa kehamilan. Hanya saja, wanita perlu memperhatikan bahan-bahan yang terdapat dalam produk kecantikan yang akan digunakan. Hindari bahan kimia yang mengandung merkuri, retinoid, dan zat berbahaya lainnya agar bayi dapat tumbuh sehat.

  11. Mandi Air Tawas agar Kulit Bayi Putih Mulus

    Sebagian orang percaya kalau air tawas dapat memutihkan dan menghaluskan kulit bayi, padahal tidak. Air tawas sangat berbahaya jika terkontaminasi dengan kulit bayi yang sangat tipis dan sensitif.

    Air tawas mengandung logam berat. Jika digunakan dalam jangka panjang dapat menimbulkan iritasi pada kulit, gangguan ginjal, hingga gangguan hati. Sebaiknya minta saran dari dokter terlebih dahulu sebelum memandikan bayi dengan air tawas.

  12. Tidak Boleh Memelihara Kucing dan Anjing

    Mitos yang satu ini pasti sering kamu dengar. Bulu kucing dan anjing dianggap berbahaya, sehingga ibu hamil dilarang memelihara kucing dan anjing. Tidak dapat dipungkiri, kucing dan anjing memang membawa kuman penyakit yang membahayakan kesehatan, terutama jika kedua hewan mungil ini jarang dimandikan. Namun, bukan berarti tidak boleh memelihara keduanya. Hanya saja, kamu perlu membuat jarak agar terhindar dari infeksi parasit.

  13. Menambah Porsi Makan selama Hamil

    Banyak orang mengatakan kalau ibu hamil perlu menambah porsi makan untuk memenuhi kebutuhan gizi ibu dan calon bayi. Ini hanya mitos belaka. Kamu tidak perlu makan terlalu banyak supaya kenyang. Namun, kamu perlu memperhatikan kualitas makanan yang dikonsumsi.

    Pastikan makanan tersebut mengandung gizi seimbang agar asupan gizi untuk diri sendiri dan bayi tercukupi dengan baik. Sesuaikan porsi makan dengan berat badan, tinggi badan, dan aktivitas sehari-hari.

  14. Dilarang Memeriksa Gigi ke Dokter Gigi

    Ibu hamil perlu memastikan kesehatan gigi dan mulut untuk menghindari pertumbuhan jamur yang dapat mengakibatkan pembengkakan pada gusi. Masalah gigi dan mulut juga menimbulkan potensi terjadinya serangan jantung dan menghambat aliran darah ke janin. Untuk itu, ibu perlu pay attention pada gigi dan mulut dengan cara rajin menyikat gigi dan menghindari penggunaan obat kumur agar rongga mulut terasa segar.

  15. Meletakkan Bawang Putih atau Peniti di Tempat Tidur

    Bayi yang baru lahir rentan diganggu oleh jin dan makhluk halus. Agar tidak diganggu, ibu perlu menaruh bawang putih dan peniti di sekitar tempat tidur bayi. Hal yang satu ini hanyalah mitos yang tidak perlu dipercaya, terutama di era modern seperti sekarang.

    Bawang putih dan peniti sama sekali tidak bisa mengusir makhluk halus. Agar bayi tetap aman, kamu perlu standby 24 jam untuk memperhatikan kebutuhan bayi, terutama saat tidur.

  16. Dilarang Menggendong Bayi di Atas Perut

    Apakah benda yang diletakkan di atas perut membahayakan kondisi janin? Benar, tetapi tidak perlu khawatir apalagi jika usia kehamilan masih di tri-semester pertama. Hanya saja, kamu perlu memperhatikan cara menggendong bayi yang benar. Hindari membungkukkan pinggang dan punggung agar janin tidak merasa tertekan.

  17. Menghindari Makanan Pedas

    Jangan takut jika ingin mengonsumsi makanan pedas selama hamil. Hanya saja, kamu perlu memperhatikan tingkat kepedasan makanan tersebut. Hindari makanan yang “terlalu” pedas karena dapat mengakibatkan  heartburn dan diare berkepanjangan.

    Jika sudah terbiasa mengonsumsi makanan pedas dan tidak terjadi efek apapun, kamu tidak perlu khawatir untuk menyantap makanan pedas.

Baca Juga:  Ibu Hamil, Simak Hitungan Biaya Caesar dan Tips Mempersiapkan Biayanya

Bumil, Yuk Persiapkan Asuransi Kesehatan demi Buah Hati

Selama proses kehamilan hingga persalinan, ada saja risiko kesehatan yang mengintai, baik bagi bumil sendiri maupun si jabang bayi. Lindungi kamu dan buah hati dari berbagai penyakit dan keluhan dengan asuransi kesehatan.

Biaya pengobatan dan perawatan medis akan ditanggung pihak asuransi melalui premi yang dibayarkan setiap bulan. Bila ingin mencari produk asuransi kesehatan dengan premi terjangkau, ajukan saja di marketplace produk keuangan, Cermati.com.

Baca Juga:  Cara Gunakan Kartu BPJS Kesehatan untuk Melahirkan

 

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan Cermati.com. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab Cermati.com.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext 308

Phone: 021 780 3747

yogya@republika.co.id

Ikuti

× Image
Light Dark