Sindikasi Republika

Tips Menabung dengan Cepat Bagi Pelajar, Modal 10.000 Rupiah Saja

Rabu , 21 Sep 2022, 17:00 WIB Rep: cermati.com/ Red: cermati.com
Cermati
Cermati | Foto:

Ingin menabung cepat hingga belasan juta per tahunnya? Tentu saja bisa, bahkan hanya perlu konsisten mengelola uang dan modal 10.000 rupiah saja. Keren, bukan?

Sebagai pelajar, pasti punya keinginan untuk bisa jalan-jalan atau nonton konser idola. Kamu bisa mewujudkannya dengan menabung atau menyisihkan sebagian uang jajan. Ada banyak cara yang bisa kamu lakukan agar bisa menabung dengan cepat hingga bisa menghasilkan tabungan hingga puluhan juta, lho. Gimana caranya? Yuk simak cara selengkapnya berikut ini.

Baca juga: Tips Ajarkan Anak Menabung

 

Tips Menabung Modal Rp10.000 Bagi Pelajar

Bagi para pelajar dan mahasiswa, tentunya uang yang diperoleh berasal dari orang tua yang disebut uang saku atau uang jajan. Daripada hanya habis untuk jajan, sebaiknya uang saku ini juga ada yang ditabung. Tentunya, dengan uang tabungan tersebut, kamu bisa pakai sesuai keinginan, seperti beli gadget baru, sepatu, dan sebagainya.

Mungkin sebagian pelajar dan mahasiswa sulit menabung sebagian uang sakunya karena jumlah yang orang tua berikan tidak terlalu banyak. Tapi jika ada niat, kamu tetap bisa menabung meski jumlahnya tak seberapa. Bahkan, kamu bisa mulai menabung hanya dengan modal Rp10.000, lho! Berikut tips menabung modal Rp10.000 yang bisa dilakukan.

  1. Buat Target yang Jelas

    Pertama adalah membulatkan niat dan buat target menabung dengan jelas. Keinginan besar dari diri sendiri akan membuat kamu lebih mudah menyisihkan sebagian uang jajan.

    Hal ini akan menjadi motivasi agar membatasi pengeluaran. Salah satunya dengan menulis target tersebut dalam catatan pribadi. Misalnya “ingin upgrade handphone menjadi Iphone 13 Pro”.

    Lalu buat perhitungan berapa uang yang harus disisihkan setiap harinya. Memang terdengar sulit, namun di sanalah peran motivasi dibuat.

  2. Buat Pos Pengeluaran

    Agar uang saku bisa lebih jelas kemana perginya, sebaiknya mulailah membuat pos-pos pengeluaran tersendiri. Jika kamu tinggal di tempat kos dan jauh dari orangtua, bagi uang saku menjadi tabungan, uang makan dan jajan, perlengkapan mandi, dan pengeluaran lain-lain.

    Dengan membaginya dalam pos-pos tersendiri, ini akan membantumu mengatur dan memantau kemana saja uang dikeluarkan. Sehingga, jika jatah uang saku dari orang tua dikirimkan, kamu bisa lebih cekatan mengelolanya dan tidak cepat habis.

    Cara mengelola uang cukup mudah.Pertama buat list pengeluaran sehari-hari. Kemudian tempatkan masing-masingnya dalam skala prioritas berbeda. Terakhir adalah memangkas pengeluaran pada skala prioritas terakhir.

    Pengeluaran pada skala prioritas paling akhir, artinya bukan dari kebutuhan mendesak sehingga tidak harus dikeluarkan. Maka, lebih baik untuk kamu menyimpan uang tersebut daripada membelanjakannya.

  3. Catat pengeluaran

    Setelah membuat pos-pos pengeluaran apa saja yang harus dibayar, jangan lupa juga untuk mencatat setiap pengeluaran yang dilakukan. Misalnya, pengeluaran jajan, transportasi, tugas dan sebagainya. Dengan melakukan pencatatan atau setidaknya menyimpan struk transaksi pembelian, kamu bisa lebih pasti mengetahui kemana uang sakumu dibelanjakan.

    Nantinya, ini akan memudahkan kamu untuk memilah-milah pengeluaran, mana yang penting dan mana yang harusnya bisa dikurangi. Dengan begitu, kelebihan uang saku bisa disimpan dalam tabungan atau keperluan penting lainnya.

    Mencatat pengeluaran harian sejak dini, akan membantu kamu lebih pandai dalam mengelola keuangan nantinya. Jadi, jangan anggap remeh pengeluaran sekecil apapun, catat baik-baik agar nanti bisa dievaluasi.

    Sangat mudah caranya. Cukup sediakan buku khusus. Tulis dana masuk dan dana keluar setiap hari. Bahkan jika ingin lebih mudah, bisa dengan unduh aplikasi khusus smartphone untuk mengatur keuangan harian.

  4. Gunakan Cara yang Kreatif

    Agar menabung jadi lebih menarik, gunakanlah cara-cara yang lebih kreatif. Dengan begitu dorongan mengumpulkan uang lebih besar. Salah satunya dengan membuat kalender saku ala Korea untuk menabung. Di Korea anak-anak diajarkan menabung dengan cara ini.

    Cukup dengan menyediakan kantong sebanyak tanggal kalender. Kemudian isi setiap kantong dengan uang sesuai tanggalnya. Uniknya, cara ini bisa memotivasi pemiliknya agar kantong selalu terisi setiap hari. Selain itu dengan kalender Korea, kamu juga bisa memodifikasi wadah transparan untuk dijadikan celengan.

    Kemudian, tuliskan nominal yang harus dimasukkan ke dalamnya. Misalnya, jika kamu mulai menabung di tanggal 1, keluarkan sejumlah uang yang akan ditabung. Andai modal menabung kamu adalah Rp10.000, maka pada tanggal 1 kamu akan menabung Rp10.000 dan di tanggal 2 kamu menabung Rp20.000, begitu seterusnya. Di akhir bulan, tabungan kamu akan berjumlah Rp4.650.000. Makin besar modal yang dikeluarkan, makin besar pula tabunganmu.

  5. Biasakan Menabung Setiap Hari

    Hal pertama yang patut dilakukan para pelajar adalah membiasakan diri menabung tiap hari, meskipun jumlahnya kecil. Ketika rutin menabung, apalagi setiap hari ini akan menjadi langkah awal untuk kamu bisa mengelola uang lebih baik nantinya.

    Selain itu, meski kecil jumlahnya tapi jika dilakukan rutin, ini akan menghasilkan sesuatu yang besar. Jika suatu hari lupa memasukan uang tabungan, maka masukkan 2 kali lipat dari nominal biasanya sebagai ganti.

  6. Bawa Bekal dari Rumah

    Pelajar dan jajan, memang tak bisa dipisahkan, inilah yang kerap membuat para pelajar kehabisan uang saku dari orang tuanya. Nah, daripada keluar uang jajan terus, ada baiknya untuk membawa bekal sendiri dari rumah. Misalnya, roti, snack, buah atau menu menarik lainnya dan air minum, dan kamu bisa minta ibu di rumah untuk membuat bekal kesukaan.

    Dengan kamu membawa bekal dari rumah, uang saku harianmu bisa disisihkan. Jadi, kamu bisa menyisihkan setiap harinya mulai dari Rp10.000 atau setara dengan 1x makan. Lumayan banget, kan?

  7. Jangan Anggap Remeh Uang Receh

    Sering mendapatkan uang kembalian dalam bentuk receh? Jangan dibuang atau dibiarkan tergeletak seperti barang tidak berguna. Kamu bisa menyimpannya dalam celengan atau toples dan di saat tidak terduga, uang receh ini bisa menyelamatkanmu.

    Bisa saja dalam sehari kamu mendapatkan banyak uang receh. Jika dalam sehari kamu mendapatkan 5 lembar uang 2 ribuan, hari itu sebenarnya kamu memiliki uang sisa sebesar Rp10.000. Mungkin saja kumpulan uang receh tersebut tidak akan terasa, tapi nyatanya jika diakumulasi akan memberikan nominal yang cukup besar. Dengan begitu, kamu dapat menyisihkan Rp10.000 dari uang receh tersebut.

  8. Singkirkan Uang Sisa

    Ketika melihat di dompet masih menyimpan  uang yang cukup banyak, tak sedikit orang yang merasa "gatal' untuk membelanjakannya. Hal ini sudah jadi naluri alami. Maka, kamu perlu menyingkirkannya dari genggamanmu dan bahkan pandanganmu.

    Nah, kamu bisa menyiasatinya dengan menitipkan uang tersebut ke orang lain yang dipercaya, misalnya ibu atau keluarga. Tidak perlu dengan cara dititipkan, kamu juga dapat menggunakan celengan solid yang susah dibuka agar kamu tidak mengetahui jumlah pastinya dan memerlukan usaha untuk membukanya.

  9. Manfaatkan Promo dan Diskon

    Di beberapa momen tertentu, banyak penjual baik secara offline maupun online yang kerap memberikan promo hingga diskon. Nah, agar lebih hemat pengeluaran, kamu bisa memanfaatkan promo, diskon yang ditawarkan. Sisa uang belanjanya bisa kamu sisihkan buat dimasukan dalam tabungan atau celengan.

    Misalnya, harga barang yang ingin dibeli sebesar Rp20.000, tetapi sedang ada diskon 50%. Maka, total pembelianmu menjadi Rp10.000. Kamu masih untung Rp10.000 lagi, tetapi gunakanlah keuntungan itu untuk menabung. Memang terlihat lebih menguntungkan jika kamu dapat membeli barang lebih banyak dengan harga normal, tetapi sisa uang untuk ditabung menjadi lebih kecil. Oleh karena itu, kamu dapat memanfaatkan momentum ini untuk menabung lebih banyak.

    Pastikan untuk menyesuaikan dengan kebutuhan kamu dan bukan keinginan saja. Jika tidak, alih-alih berhemat, promo dan diskon bisa menjerumuskan kamu dalam sikap boros yang tak ada hentinya.

  10. Manfaatkan Layanan Tabungan Khusus Pelajar

    Langkah menabung cepat bagi pelajar selanjutnya bisa dengan menggunakan fasilitas menabung bagi pelajar. Layanan ini akan membantu menyimpan uang dengan aman dan lebih terstruktur.

    Kamu tidak perlu khawatir dengan biayanya administrasi. Karena kategori tabungan pelajar, biasanya biaya setoran awal dan administrasi setiap bulannya sangat kecil. Banyak tabungan pelajar yang memerlukan saldo mengendap hanya sebesar Rp10.000, dengan begitu kamu dapat menabung dengan modal yang kecil.

    Apa untungnya membuka rekening pelajar? Pertama kamu akan lebih disiplin mengelola uang. Kedua uang tersimpan dengan aman dan mendapatkan benefit bunga. Menarik bukan?

Baca juga: Menabung Pangkal Kaya Atau Miskin?

Melatih Kebiasaan Menabung Sejak Dini

Usia pelajar atau bahkan mahasiswa, bukan alasan bagi siapapun untuk bisa bersikap boros. Ada baiknya untuk mulai menanamkan kebiasaan menabung dan berhemat sejak dini. Selain bisa punya uang lebih untuk membeli sesuatu yang diinginkan, menabung sejak dini juga membantu kamu agar lebih pandai mengelola keuangan di masa depan. Mulailah menabung dari nominal yang kecil. Jika kamu sudah terbiasa berhemat, tingkatkan nominal menabung.

 

Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...
Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan Cermati.com. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab Cermati.com.

Artikel Terkait

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext 308

Phone: 021 780 3747

[email protected]

Ikuti

× Image
Light Dark