Sindikasi Republika

Ingin Mudah Raup Cuan dari Internet dan Media Sosial? Pahami Dulu Hal Ini!

Jumat , 22 Jul 2022, 09:15 WIB Rep: wartaekonomi.co.id/ Red: wartaekonomi.co.id
Meida Sosial (Unsplash/Firmbee.com)
Meida Sosial (Unsplash/Firmbee.com) | Foto: Warta ekonomi

Manfaat media sosial (medsos) semakin beragam. Sekarang ini banyak orang menggunakan medsos secara produktif, membuat berbagai konten untuk meraih cuan. Setiap individu harus memahami algoritma ketika memproduksi konten.

Algorita merupakan aturan matematika yang menentukan bagaimana pengguna akan melihat konten di akun media sosial. Setiap media sosial memiliki algoritma berbeda dan kerap berubah-ubah. Sehingga content creator harus beradaptasi agar kontennya selalu dikunjungi.

Baca Juga: Besarnya Potensi Marketplace di Era Digital

“Media sosial itu berubah terus. Kita harus terus beradaptasi dengan media sosial,” kata Entrepreneur & Founder of Coffee Meets Stocks, Billy Tanhadi saat webinar Makin Cakap Digital 2022 untuk kelompok komunitas dan masyarakat di wilayah Kabupaten Jombang, Jawa Timur, pada Rabu (20/7/2022).

Algoritma Instagram misalnya. Menurut dia, algoritma Instagram bisa berganti setiap dua bulan. Sekarang konten-konten yang punya enggagement tinggi lebih tereksplor baik. Biasanya konten-konten yang lebih relevan, enggage dengan follower, akan cepat naik.

Sekarang ini masyarakat produktif membuat beragam konten di media sosial. Hal ini membuka lapangan kerja baru, seperti influencer dan content creator, bisnis online, dan konsultan media sosial.

“Pekerjaan ini belum ada lima belas tahun lalu. Ketika media sosial bertumbuh, pekerjaan ini baru ada. Sekarang orang dari pada buka toko bangunan dengan modal besar, banyak orang buka bisnis lewat media sosial,” kata Billy.

Pengguna internet di Indonesia pada tahun 2021 mengalami peningkatan, We Are Social mencatat kini pengguna internet di Indonesia mencapai 202,6 juta pengguna, di mana sebanyak 170 juta penggunanya menggunakan media sosial. Dapat dikatakan pengguna internet mencapai 61.8% dari total populasi Indonesia.

Sebagai respons untuk menanggapi perkembangan TIK ini, Kementerian Komunikasi dan Informatika RI bersama Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) Siberkreasi melakukan kolaborasi dan mencanangkan program Indonesia Makin Cakap Digital. Program ini didasarkan pada empat pilar utama literasi digital yakni Kemampuan Digital, Etika Digital, Budaya Digital, dan Keamanan Digital. Melalui program ini, 50 juta masyarakat ditargetkan akan mendapat literasi digital pada tahun 2024.

Webinar #MakinCakapDigital 2022 untuk kelompok komunitas dan masyarakat di wilayah Kabupaten Jombang, Jawa Timur merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan Siber Kreasi. Kali ini hadir pembicara-pembicara yang ahli dibidangnya untuk berbagi terkait budaya digital antara lain Entrepreneur & Founder of Coffee Meets Stocks, Billy Tanhadi. Kemudian CMO Kururio, Yuda Adhadiyan, ST, serta Praktisi, Konsultan IT, dan Sekertaris Relawan RTIK Tulungagung, Ary Sunaryo, S.T.

Baca Juga: Digitalisasi dan Optimalisasi Budaya

Untuk informasi lebih lanjut mengenai program Makin Cakap Digital 2022 hubungi info.literasidigital.id dan cari tahu lewat akun media sosial Siberkreasi.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan Warta Ekonomi. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab Warta Ekonomi.

Artikel Terkait

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext 308

Phone: 021 780 3747

[email protected]

Ikuti

× Image
Light Dark