Sindikasi Republika

Digitalisasi Budaya Gak Harus Selalu Pentas Seni, Manfaatkan Luasnya Internet!,

Jumat , 22 Jul 2022, 10:15 WIB Rep: wartaekonomi.co.id/ Red: wartaekonomi.co.id
Metaverse (Unsplash/Vinicius
Metaverse (Unsplash/Vinicius "amnx" Amano) | Foto: Warta ekonomi

Media sosial memiliki manfaat beragam. Meski demikian, banyak orang lebih sering membuat konten-konten untuk tujuan pribadi. Padahal media sosial bisa dimanfaatkan untuk mempromosikan budaya.

Digitalisasi budaya memungkinkan setiap individu mendokumentasikan kekayaan budaya. Sehingga menjadi peluang mewujudkan kreativitas. Konten-konten yang dibuat tidak harus berupa pertujukan seni kebudayaan.

Baca Juga: Waspada Akan Risiko Dunia Digital, Hindari Data Pribadi Terkoneksi ke Internet

“Tidak perlu berpikir teralalu berat, apakah harus ke pertujukan seni atau lain sebagainya. Dimulai dari hal sederhana, seperti makanan atau tempat-tempat yang belum banyak diketahui orang,” kata Pengurus Siberkreasi & Mafindo, Heni Mulyati, M.Pd saat webinar Makin Cakap Digital 2022 untuk kelompok komunitas dan masyarakat di wilayah Kota Kediri, Jawa Timur, pada Rabu (20/7/2022).

Kemajuan teknologi informasi membuat masyarakat semakin memahami perubahan media dan budaya. Media digital membuat distribusi informasi semakin cepat, sehingga semakin mudah menampilkan keragaman budaya.

Sekarang setiap orang berperan menjadi jurnalis. Mereka bisa menyebarkan informasi dan mengangkat adat budaya dari Sabang sampai Marauke. Sebab, seluruh ekspresi budaya Indonesia layak diapresiasi.

“Dalam produksi konten, jangan lupa ada pihak lain atau orang lain dalam kontek budaya berbeda, yang mungkin tidak nyaman ketika kegiatan ritual budaya maupun ibadah kepercayaan/keagamaannya diekspos, sehingga harus izin lebih dulu,” kata Heni.

Pengguna internet di Indonesia pada tahun 2021 mengalami peningkatan, We Are Social mencatat kini pengguna internet di Indonesia mencapai 202,6 juta pengguna, di mana sebanyak 170 juta penggunanya menggunakan media sosial. Dapat dikatakan pengguna internet mencapai 61.8% dari total populasi Indonesia.

Sebagai respons untuk menanggapi perkembangan TIK ini, Kementerian Komunikasi dan Informatika RI bersama Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) Siberkreasi melakukan kolaborasi dan mencanangkan program Indonesia Makin Cakap Digital. Program ini didasarkan pada empat pilar utama literasi digital yakni Kemampuan Digital, Etika Digital, Budaya Digital, dan Keamanan Digital. Melalui program ini, 50 juta masyarakat ditargetkan akan mendapat literasi digital pada tahun 2024.

Webinar #MakinCakapDigital 2022 untuk kelompok komunitas dan masyarakat di wilayah Kota Kediri, Jawa Timur merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan Siber Kreasi. Kali ini hadir pembicara-pembicara yang ahli dibidangnya untuk berbagi terkait budaya digital antara lain Pengusaha, Digital Trainer, Graphologist, Diana Aletheia Balienda. Kemudian Pengurus Siberkreasi & MAFINDO, Heni Mulyati, M.Pd, serta Dosen dan Praktisi IoT & Artificial Intellegence, Yudhis Thiro Kabul Yunior,S.T.,M.Kom.

Baca Juga: Pentingnya Digital Skills bagi Seluruh Lapisan Masyarakat

Untuk informasi lebih lanjut mengenai program Makin Cakap Digital 2022 hubungi info.literasidigital.id dan cari tahu lewat akun media sosial Siberkreasi.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan Warta Ekonomi. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab Warta Ekonomi.

Artikel Terkait

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext 308

Phone: 021 780 3747

[email protected]

Ikuti

× Image
Light Dark