Sindikasi Republika

Penipuan Digital Makin Marak, Ini Modus-Modusnya!

Ahad , 07 Aug 2022, 13:11 WIB Rep: wartaekonomi.co.id/ Red: wartaekonomi.co.id
Ilustrasi peretas (hacker). (Reuters/Kacper Pempel)
Ilustrasi peretas (hacker). (Reuters/Kacper Pempel) | Foto:

Pengguna internet terus meningkat, menurut data We Are Social saat ini sudah ada 204,7 juta atau sekitar 73,7% penduduk Indonesia yang terhubung internet. Meski jumlahnya sudah cukup banyak, namun kecakapan digital pengguna belum dikatakan baik. 

Data Badan Pusat Statistik (BPS) mengenai indikator Pembangunan Teknologi Informasi dan Komunikasi (IP-TIK) Indonesia bahkan menyebut skor keahlian masyarakat Indonesia masih rendah. Salah satunya aspek mengenai keamanan digital perlu mendapat perhatian pengguna, di mana aktivitas digital kian masif. 

Baca Juga: Laporkan Penipuan Online untuk Tingkatkan Kesadaran

"Penipuan Digital makin marak saat ini dan modusnya atau caranya berubah-ubah, terus bertambah," kata Founder - Komisaris Lenere Business Suites, Eko Prasetyo saat webinar Makin Cakap Digital 2022 untuk kelompok komunitas dan masyarakat di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur pada Rabu (3/8/2022), dalam keterangan tertulis yang diterima.

Dengan modus yang kian banyak jumlahnya, pengguna media digital perlu memiliki kompetensi keamanan digital. Antara lain dalam mengamankan perangkat baik hardware dan software, mengamankan identitas digital, mewaspadai penipuan digital, memahami rekam jejak digital, dan keamanan digital bagi anak. 

"Banyak saudara kita menjadi korban kejahatan digital akibat rekam jejak apa yang di-upload di media sosial. Hal ini harus disadari menjaga diri agar tidak jadi korban," kata Eko. 

Salah satu ancaman keamanan digital dari segi sofware adalah malware, yakni perangkat lunak yang dirancang untuk mengontrol perangkat secara diam-diam, bisa mencuri informasi pribadi bahkan uang dari pemilik perangkat. Malware sudah ada sejak komputer lahir, jenisnya ada virus, trojan, worm, ransomware, dan spyware. Sifat dari Malware biasanya merusak, dia menjangkiti perangkat dan akan mengalami gangguan. 

Merespons perkembangan Teknologi Informasi Komputer (TIK), Kementerian Komunikasi dan Informatika RI bersama Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) Siberkreasi melakukan kolaborasi dan mencanangkan program Indonesia Makin Cakap Digital. Program ini didasarkan pada empat pilar utama literasi digital yakni Kemampuan Digital, Etika Digital, Budaya Digital, dan Keamanan Digital. Melalui program ini, 50 juta masyarakat ditargetkan akan mendapat literasi digital pada tahun 2024.

Baca Juga: Jangan Panik Hadapi Penipuan, Utamakan Konfirmasi

Webinar #MakinCakapDigital 2022 untuk kelompok komunitas dan masyarakat di wilayah Trenggalek, Jawa Timur merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan Siberkreasi. 

Kali ini hadir pembicara-pembicara yang ahli di bidangnya antara lain Founder - Komisaris Lenere Business Suites, Eko Prasetyo, Dosen dan Prakrisi Adhi Prasnowo, serta Dosen Universitas Muhammadiyah Malang, Frida Kusumastuti. Untuk informasi lebih lanjut mengenai program Makin Cakap Digital hubungi info.literasidigital.id dan cari tahu lewat akun media sosial Siberkreasi.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan Warta Ekonomi. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab Warta Ekonomi.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext 308

Phone: 021 780 3747

yogya@republika.co.id

Ikuti

× Image
Light Dark