Sindikasi Republika

Mengenal Arti Ledger pada Sistem Blockchain, Apa Jenis dan Manfaatnya?

Kamis , 29 Sep 2022, 00:00 WIB Rep: cermati.com/ Red: cermati.com
Cermati
Cermati | Foto: Cermati

Ketika belum lama mencoba dan baru memasuki dunia blockchain serta mata uang crypto, kamu mungkin menyadari jika ada cukup banyak istilah yang penting untuk dipahami. Hanya saja, ketika menelaah lebih dalam lagi, tidak sedikit istilah pada dunia blockchain yang kian terdengar membingungkan dan asing di telinga. 

Salah satu contohnya mungkin adalah ledger atau bisa juga disebut sebagai buku transaksi. Secara umum, maksud dari ledger atau distributed ledger technology alias DLT merupakan gagasan jaringan decentralized atau terdesentralisasi melawan  sebuah mekanisme terpusat yang konvensional.

Istilah tersebut juga dianggap banyak pihak mempunyai implikasi luas terhadap sektor serta entitas yang sudah lama mengandalkan program dari pihak ketiga atau third party. 

Tentunya, pengertian dari apa itu ledger jauh lebih luas lagi. Tidak hanya itu, kamu juga perlu memahami berbagai hal penting terkait istilah ini, seperti, jenis dan juga manfaatnya. Nah, jika kamu ingin tahu lebih lanjut tentang pengertian ledger, jenis, hingga manfaatnya, simak penjelasan yang telah Cermati rangkum berikut ini. 

Pengertian Ledger pada Sistem Blockchain

Ledger pada sistem blockchain

Pada konteks secara umum, yang dimaksud ledger adalah prosedur pembukuan pada suatu sistem keuangan. Bisa juga disebut sebagai buku transaksi, ledger mampu melacak saldo pemiliknya serta mencatat seluruh transaksi di sebuah sistem tertentu. 

Nah, dalam konteks cryptocurrency atau mata uang kripto, buku transaksi atau ledger adalah sebuah jaringan blockchain. Ledger adalah buku transaksi yang didistribusikan kepada seluruh pengguna alias terdesentralisasi atau decentralized alih-alih menggunakan sistem yang terpusat atau centralized

Setiap sistem finansial pasti akan selalu mempunyai buku transaksi ini guna menyimpan catatan seluruh transaksi yang terjadi. Oleh karena itu, keamanan dari setiap ledger alias buku transaksi harus bisa dijaga semaksimal mungkin. 

Bahkan, sistem ledger yang terpusat lebih penting dan maksimal penjagaannya karena dapat menjadi target serangan dari oknum yang tak bertanggung jawab. Sebaliknya, pada buku transaksi dengan sistem terdesentralisasi, tingkat keamanannya relatif lebih tinggi karena mempunyai algoritma yang mampu memastikan serta memverifikasi setiap aktivitas transaksi. 

Akan tetapi, hal ini tak secara otomatis berarti jika ledger dengan sistem terdesentralisasi terbebas dari risiko. Pasalnya, walaupun mempunyai sistem yang lebih aman, tapi jenis sistem tersebut tetap mempunyai risiko masalah keamanannya sendiri yang harus diantisipasi dengan cara berbeda. 

Pada konteks blockchain pula ledger kerap dikenal dengan sebutan DLT atau distributed ledger technology. Maksud dari DLT sendiri adalah suatu protokol yang mampu memungkinkan keamanan data berbasis digital yang decentralized atau terdesentralisasi. Dengan teknologi tersebut aktivitas penyimpanan di semua informasi dengan tepat dan aman lebih mungkin dilakukan menggunakan kriptografi.

Informasi yang tersimpan nantinya hanya dapat diakses memakai “kunci” serta pengaman kriptografi. Kemudian, setelah sebuah informasi disimpan, data tersebut akan menjadi suatu database yang tak bisa diubah oleh jaringan dari luar. Sifat dasar dari ledger yang decentralized membuatnya sering kali lebih kuat dan kebal dari serangan tindakan kriminal di sistem digital. 

DLT juga mempunyai potensi besar dalam mengubah cara kerja dari pemerintah, perusahaan, dan lembaga finansial agar mampu memudahkan pekerjaan. Beberapa contohnya adalah pada proses pengumpulan pajak, pencatatan pendaftaran properti atau tanah, lisensi, penerbitan paspor, dan berbagai aktivitas lainnya. 

Tidak berhenti sampai di situ, adanya DLT ini juga mampu menghadirkan kemudahan dan keuntungan pada berbagai aspek lain yang tak kalah pentingnya. Sebagai contoh, DLT mampu memberi manfaat pada sektor keuangan, perhiasan serta aset berharga, hiburan dan musik, hingga rantai pasokan sejumlah komoditas.

Baca Juga: Mengenal Net Interest Margin atau NIM, Rasio yang Tunjukkan Peluang Perkembangan Perusahaan atau Bank

Jenis dari DLT atau Distributed Ledger Technology

Ada 2 jenis DLT yang kerap digunakan. Yang pertama adalah open atau permissionless, dan yang kedua adalah permissioned. Berikut adalah penjelasan dari masing-masing jenis DLT tersebut. 

Open atau Permissionless

Permissioned

Pada jenis DLT ini, setiap pihak yang ada di dalam jaringan blockchain bisa bergabung atau melakukan join.

Selain itu, mereka juga bisa meninggalkan jaringan tersebut, tanpa harus diberikan persetujuan dari pihak-pihak terkait yang ada di dalam jaringan blockchain tersebut. Karena itulah mengapa jenis DLT ini disebut permissionless atau open.

Sementara itu, untuk jenis permissioned, pihak yang ingin bergabung pada sebuah jaringan perlu melalui proses verifikasi dan seleksi dulu dari pihak yang telah berada pada sebuah jaringan blockchain.

Sebagai contoh, jaringan DLT mempunyai pemilik maupun pihak administrator yang akan melakukan proses seleksi terhadap permintaan bergabung dari pihak luar.

Kemudian, pihak pemilik atau administrator tersebut bisa memberikan persetujuan atau penolakan bagi pihak luar yang ingin masuk ke dalam jaringan yang telah ada tersebut.

Manfaat dari DLT atau Distributed Ledger Technology

Awalnya, DLT atau ledger masih diaplikasikan hanya pada sektor finansial saja. Alasannya karena perusahaan perbankan serta sejumlah lembaga finansial lain menjadi salah satu pionir dan inovator pertama dari bidang ini.

Akan tetapi, tidak sedikit pakar DLT mengemukakan jika teknologi tersebut bisa juga diaplikasikan pada sejumlah bidang, termasuk bisnis dan juga pemerintahan. Para pakar tersebut percaya jika teknologi DLT dapat digunakan untuk berbagai aktivitas krusial, seperti, pengumpulan pajak, distribusi bansos, akta properti, memproses dokumen atau berkas hukum, dan banyak lagi yang lainnya.

Tidak berhenti sampai di situ, ada cukup banyak pula pihak lain yang meyakini jika teknologi DLT ini bisa digunakan untuk mengontrol dan menyimpan informasi pribadi. Beberapa contohnya adalah rekam kesehatan seseorang, maupun rantai pasokan sebuah bisnis atau perusahaan bisa disimpan dengan lebih optimal serta lebih mudah di seluruh atau sebagian dari catatan tersebut saat dibutuhkan.

Menariknya lagi, ahli DLT juga menjelaskan jika teknologi tersebut bisa melacak dan menguak hak kekayaan intelektual serta kepemilikannya terhadap karya seni, musik, film, komoditas, ataupun hal lainnya. Untuk kedepannya, DLT juga mampu membuat sektor finansial memiliki tingkat keamanan yang lebih unggul, andal, dan efisien demi kebutuhan serta kepentingan seluruh pihak yang membutuhkannya. 

Penggunaan teknologi ledger terdistribusi ini juga mampu digunakan pada sektor energi yang terbarukan dan juga manufaktur. Melalui sistem ini, kedua sektor tersebut tak lagi membutuhkan persyaratan dari otoritas pusat sehingga mampu membuat proses transaksi berjalan dengan lebih efisien dan ringkas.

Alasan lain mengapa DLT perlu digunakan dan diaplikasikan pada sistem kerja dari sejumlah sektor adalah agar proses pencatatan nantinya bisa disimpan di node. Hal ini membuat pihak lain atau oknum lebih sulit dalam memanipulasinya sehingga lebih aman dari risiko serangan terhadap suatu data penting. 

Penggunaan teknologi ini juga penting bagi pihak-pihak yang memerlukan transparansi dari sebuah informasi. Hal ini dikarenakan teknologi ini mampu menyediakan metode penanganan dan juga pencatatan dengan lebih terbuka dan transparan.

Baca Juga: Jadi Landasan Keputusan Trading, Ketahui Apa Itu Price Action pada Saham, Forex, Hingga Crypto

Masa Depan dari Pemanfaatan Ledger

pemanfaatan ledger

Dulu, ledger memang cenderung diaplikasikan pada sektor keuangan saja karena memang perbankan serta lembaga keuangan merupakan penggagas utama dari teknologi tersebut. Namun, seiring berjalannya waktu, perkembangannya semakin pesat dan mampu menunjukkan potensinya agar bisa diterapkan pada beragam bidang lainnya. DLT ini juga dinilai menjanjikan agar bisa diterapkan pada ranah bisnis atau pemerintahan secara umum.

Tidak hanya berlaku pada hal-hal besar saja, pemanfaatan dari ledger juga berlaku pada sejumlah aspek berskala kecil. Sebagai contoh, teknologi tersebut dapat dimanfaatkan untuk menyimpan serta mengendalikan aliran data pribadi. Untuk skala yang sedikit lebih besar, ledger bisa digunakan pada usaha kecil guna lebih mudah dan aman mencatat rantai pasokan produk atau barang.

Pencatatan data dengan ledger yang tersimpan pada node juga bakal menyulitkan pihak lain untuk melakukan manipulasi ataupun merusak datanya. Mampu menjanjikan transparansi dan keterbukaan terkait datanya, ledger juga dapat menjadi solusi untuk siapa saja yang menginginkan sistem pencatatan terbuka, tapi tetap terjamin keamanannya.

Ledger Adalah Tulang Punggung Teknologi Blockchain yang Membuatnya Unik dan Lebih Aman

Itulah penjelasan mengenai apa itu DLT atau ledger, jenis, dan juga berbagai manfaat yang mungkin diberikannya. Sebagai tulang punggung dari teknologi blockchain, ledger mampu membuatnya unik dan mempunyai potensi lebih menjanjikan di waktu mendatang. Dengan karakteristik yang terdesentralisasi, aman, andal, dan transparan, penggunaan DLT dapat berlaku pada hampir semua skenario dan sektor apa pun tanpa terkecuali.

Baca Juga: Modus Situs Investasi Ilegal yang Diblokir Bappebti

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan Cermati.com. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab Cermati.com.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext 308

Phone: 021 780 3747

yogya@republika.co.id

Ikuti

× Image
Light Dark