Sindikasi Republika

Kisah Pengusaha Sukses dan Cara Mengikuti Jejak Mereka

Jumat , 07 Oct 2022, 19:00 WIB Rep: cermati.com/ Red: cermati.com
Cermati
Cermati | Foto: Cermati

Memiliki usaha yang besar dan menghasilkan adalah impian bagi banyak pengusaha baik itu usaha kecil, menengah hingga para pengusaha skala besar. Banyak pula para pengusaha yang berjuang dari usaha kecil dan menengah atau UKM hingga bisa terus berkembang dan bisa menjadi bisnis skala besar. Bisnis UKM atau dikenal juga dengan usaha kecil menengah adalah tipe usaha yang paling banyak di indonesia.

Membuat sebuah usaha untuk terus berkembang dengan cepat dan baik tentu saja bukanlah perkara yang mudah bagi para pelaku usaha terutama untuk usaha kecil dan menengah yang biasanya juga terkendala akan modal. Ada bermacam-macam cara yang bisa dilakukan oleh para pelaku bisnis UKM untuk bisa mengembangkan usaha mereka supaya dapat berkembang sesuai dengan yang diharapkan.

Hal yang terpenting dalam melakukan usaha tersebut adalah kesabaran, dan juga memusatkan tenaga serta pikiran untuk terus berusaha mengembangkan usaha. Hal ini tentunya akan membutuhkan waktu yang lama dan tenaga yang tidak sedikit. Semakin keras dan cerdas dalam berusaha, akan semakin baik dan cepat pula hasilnya.

Kisah Para Pengusaha yang Berhasil dari Nol

Bob Sadino

Tidak hanya itu, mengembangkan sebuah usaha kecil atau mikro menjadi usaha menengah hingga menjadi usaha besar membutuhkan sebuah strategi yang matang, agar usaha tersebut dapat berkembang dengan baik dan sesuai dengan apa yang diharapkan.

Sebelum berbicara tentang strategi seperti apa yang harus dilakukan agar usaha kecil yang dibangun sukses, berikut beberapa kisah pengusaha sukses yang dapat menjadi inspirasi:

1. Bob Sadino

Bob sadino adalah salah satu pengusaha asal Indonesia yang merangkak dari nol dan terus berkembang hingga menjadi pengusaha besar saat ini. Pengusaha yang satu ini sempat menjadi seorang karyawan selama 9 tahun lamanya, namun ia memutuskan untuk keluar dan mencoba untuk menjadi seorang pengusaha.

Seperti kebanyakan orang, usahanya tidak langsung menghasilkan kesuksesan yang besar. Bob sadino mencoba usaha penyewaan mobil namun tidak berjalan lancar. Kemudian karena terdesak ia pun bekerja menjadi buruh bangunan sambil berusaha kembali dengan berjualan ayam.

Dengan modal pinjaman dari tetangga, Bob pun memulai usahanya berdagang telur secara kecil-kecilan dari rumah ke rumah. Tak disangka usahanya terus menanjak dan ia pun melanjutkan usahanya ke berbagai bidang yang lain.

2. Sunny Kamengmau

Sunny kamengmau juga termasuk pengusaha sukses yang berasal dari bawah. Pria yang berasal dari Nusa Tenggara Timur ini telah berhasil membuat produk berupa tas dengan merek yang bernama Robita. Tas yang satu ini sangat populer bahkan di luar negeri seperti di Jepang dan beberapa daerah lainnya. Bahkan tas ini cukup populer dikalangan para sosialita tanah air karena kualitas dan keunikannya.

Sunny merupakan orang yang tidak menyelesaikan pendidikan SMA dan nekat merantau ke Bali untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik. Pada awalnya ia hanya menjadi seorang tukang sapu. Akibat ketekunannya dan juga semangat dalam berusaha, akhirnya ia mencoba untuk berjualan tas dan akhirnya menjadi pengusaha dengan omset yang besar hingga sekarang.

Masih banyak lagi pengusaha yang merangkak dari bawah seperti Reza Nurhilman yang membuat “Keripik Setan”,  adapula Susi Pudjiastuti sang pengusaha wanita nyentrik yang saat ini menjadi menteri kelautan, dan ada juga Gibran Rakabuming yang merupakan anak dari presiden Joko Widodo yang memiliki usaha katering. Walau memiliki seorang ayah yang berstatus sebagai presiden, namun Gibran tidak menggunakan kuasa dan dana ayahnya namun menggunakan usahanya sendiri secara mandiri.

3. Susi Pudjiastuti

Perempuan kelahiran 1965 yang sekarang menjabat sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan RI di bawah Presiden Jokowi ini adalah seorang pengusaha yang terkenal tegas. Ia merintis bisnisnya di bidang perikanan dan kemudian maskapai penerbangan dari nol.

Setelah memilih untuk berhenti sekolah sebelum lulus SMA, ia memulai usahanya sebagai pedagang pakaian dan bed cover. Setelah melihat potensi wilayah tempat tinggalnya, Pangandaran, sebagai penghasil ikan, Susi lantas memanfaatkannya sebagai peluang bisnis dan beralih ke usaha perikanan.

Dengan modal hanya Rp750 ribu hasil dari menjual perhiasannya, ia mulai membeli ikan dari tempat pelelangan dan memasarkannya ke sejumlah restoran. Setelah sempat tersendat, bisnis Susi akhirnya berhasil menguasai bursa pelelangan ikan di Pangandaran dan bahkan kemudian merambah ke ekspor ikan dan lobster.

Bisnis maskapai penerbangannya juga berawal dari bisnis perikanan tersebut. Untuk mengatasi masalah pengiriman ikan yang lambat apabila lewat darat atau laut, Susi membeli sebuah pesawat dari pinjaman bank untuk pengangkutan produk lautnya, yang kemudian berkembang menjadi armada maskapai penerbangan Susi Air yang melayani rute pedalaman dan carter.

4. Gibran Rakabuming

Saat ini nama Gibran Rakabuming mungkin sudah dikenal oleh hampir seluruh masyarakat Indonesia, di luar fakta bahwa ayahnya, Joko Widodo, adalah seorang presiden negara republik Indonesia. Gibran adalah pemilik sebuah bisnis di bidang catering dan wedding organizer dengan nama Chili Pari.

Sebelum menjabat menjadi Walikota Solo, kemudian Gubernur DKI jakarta, dan akhirnya Presiden RI, ayahnya, Joko Widodo merupakan pengusaha mebel. Namun, Gibran memilih untuk merintis usaha sendiri tanpa campur tangan ayahnya. Ia memulai usahanya dengan mengajukan pinjaman ke bank untuk modal.

Meski sempat ditolak beberapa kali, akhirnya ia mendapatkan persetujuan dari salah satu bank dan dengan modal pinjaman tersebut ia pun memulai Chili Pari dengan melayani pesanan partai kecil. Berkat kemampuan dan keuletannya sendiri, sekarang Chili Pari sudah banyak menangani order besar dengan jumlah tamu hingga ribuan orang dan usaha Gibran pun semakin berkembang.

5. Nadiem Makarim 

Nadiem yang sekarang menjabat menjadi Menteri Pendidikan ternyata, merupakan mantan CEO dan Founder dari perusahaan transportasi online terbesar di Indonesia saat ini, Gojek. Perusahaan yang dirintisnya sejak tahun 2010 ini tidak hanya berfokus pada transportasi saja, tapi juga platform streaming online GoPlay dan e-wallet, GoPay.

Memulai bisnis ini tidak gampang. Pertama kali diluncurkan Gojek hanya memiliki 20 driver dengan sistem aplikasi yang harus banyak mengalami perubahan dan perbaikan.

Tapi sekarang gojek telah menjadi aplikasi penyedia transportasi yang banyak digunakan masyarakat Indonesia. Selain itu, Gojek juga merupakan bisnis unicorn pertama di Indonesia.

6. Reza Nurhilman

Ingat dengan kerupuk maicih? Sempat viral, kerupuk maicih menjadi sangat popular terutama dikalangan pelajar karena strategi marketing dan penjualannya yang cukup unik. Menjadikan Reza menjadi pengusaha paling sukses saat itu.

Hingga sekarang kerupuk maicih tetap menjadi bisnis kripik paling laris dan telah dijual dimana-mana bahkan sudah mudah ditemukan di banyak toko oleh-oleh.

Namun meskipun telah sukses berbisnis, kehidupan Reza sebelumnya tidaklah indah. Reza merupakan korban dari broken home dan sempat terjerumus ke hal-hal negatif di usia muda.

Reza juga sempat mencoba merintis berbagai jenis usaha yang kemudian ujungnya gagal dan proses ini terjadi selama 4 tahun sebelum akhirnya dia menjual keripik maicih.

7. Tjie Tjin Hoan/Ciputra

TIdak datang dari keluarga kaya, Tjie Tjin Hoan harus mengalami banyak hal menyedihkan. Terutama ketika dia menginjak usia 12 tahun saat ayahnya dipenjara oleh anggota gerakan anti-Jepang yang mengira bahwa ia adalah bagian dari penjajah. Naasnya, ayahnya juga meninggal pada saat dipenjara.

Demi bisa membantu keuangan keluarga, sejak remaja Ciputra harus membantu sang ibu mengurus ternak milik keluarga mereka agar bisa membeli kebutuhan sehari-hari.

Meskipun harus menjadi tulang punggung keluarga juga, Ciputra tetap berhasil menyelesaikan pendidikannya di ITB jurusan arsitektur.

Setelah lulus, ia bersama beberapa rekannya pun mendirikan bisnis dengan nama PT. Daya Cipta. Dengan bisnis barunya ini, Ciputra bersama rekannya pindah ke Jakarta dan berhasil mengembangkan bisnisnya setelah berhasil mendapatkan proyek pemerintah DKI Jakarta. Taman Impian Jaya Anco, kota Mandiri Bintaro Jaya dan beberapa pusat perbelanjaan di Jakarta merupakan hasil pembangunan dari perusahaan Ciputra.

Tips Sukses Bisnis UKM (Usaha Kecil dan Menengah)

Berkaca dari keberhasilan beberapa pengusaha di atas, tentu memerlukan kerja keras dan disiplin tinggi. Tidak hanya itu, strategi atau pun cara jelas sangat menentukan kesuksesan mereka membangun usaha sejak awal.  Lalu apa saja cara yang dilakukan para pengusaha tersebut hingga akhirnya sukses, berikut Tips Sukses Bisnis UKM (Usaha Kecil dan Menengah) agar menjadi seperti para pengusaha di atas.

1. Buatlah Strategi Yang Baik dan Matang

Ketika menjalankan sebuah bisnis atau usaha terutama untuk usaha skala menengah keatas, dibutuhkan sebuah strategi dan perencanaan yang baik dan juga matang. Agar usaha dapat berkembang menuju level yang lebih baik, buatlah sebuah strategi dan perencanaan mulai dari pemasaran, biaya, visi, misi, target, dan lain-lain.

Tujuannya adalah untuk mempermudah dan juga membantu para pelaku usaha agar dapat memperhitungkan anggaran-anggaran yang dibutuhkan serta tidak melenceng dari target. Selain itu strategi ini digunakan agar pengusaha juga dapat selalu fokus. Dengan adanya strategis bisnis, baik itu untuk waktu bulanan, maupun tahunan, akan membuatmu bisa lebih fokus dan bisa lebih baik dalam menjalankan usaha nantinya.

2. Kenali Para Pesaing

Tips sukses bisnis UKM yang selanjutnya yaitu cobalah untuk mengenal dan mengetahui baik strategi atau pun hal-hal yang dimiliki oleh para pesaingmu, termasuk juga kelebihan, kekurangan, cara promosi dan lain-lain. Dengan mengenal para pesaing terutama mereka yang berhasil juga dapat membuatmu mengetahui apa saja yang harus dilakukan dan hal-hal yang tidak dilakukan.

Hal ini juga menuntutmu untuk terus selalu melakukan hal yang berbeda dengan para pesaing dengan cara inovasi dan kreasi baru, hal tersebut agar memiliki nilai tambah dan dan juga agar dilirik oleh para konsumen dibandingkan dengan banyaknya produk lain dari para pesaing.

3. Hemat Biaya Operasional Bulanan

Ketika akan mengembangkan usaha agar menjadi lebih besar, tidaklah harus mengeluarkan biaya yang lebih besar atau lebih banyak terutama untuk hal-hal yang dirasa tidak perlu. Para pelaku usaha tidaklah mesti mengeluarkan biaya yang besar dalam hal operasional saat awal usaha dibuka.

Usahakan agar hanya mengeluarkan biaya untuk hal yang penting dan memang perlu dilakukan saja, supaya tidak kehabisan biaya sebelum mendapatkan laba yang cukup untuk membesarkan usaha dengan lebih besar lagi.

Khusus untuk pengembangan yang satu ini, usaha dan kreativitas sangat diperlukan untuk bisa menekan biaya-biaya yang tidak perlu dan bisa dihemat. Carilah ide-ide baru dalam hal marketing atau pemasaran yang hanya memerlukan biaya yang kecil dan murah.

Seperti melakukan marketing melalui jalur online seperti membuat toko online dibandingkan dengan membuat atau menyewa toko di mall yang pastinya membutuhkan biaya yang cukup besar.

4. Survei Harga Pasar

Jika ingin mengembangkan usaha menjadi lebih baik lagi, sudah seharusnya mengetahui nilai harga pasar secara umum, real time dan lebih lengkap. Hal tersebut bertujuan untuk mengetahui harga pasar yang sebenarnya dan mengetahui harga secara tepat dari waktu ke waktu.

Dengan mengetahui harga pasar secara real time, kamu bisa bersiaga dan mengambil langkah baru jika harga yang ada di pasaran mengalami kenaikan ataupun penurunan yang signifikan.  

Pentingnya Pemasaran untuk Usaha yang Baru Dibuka

Perlu diingat bahwa untuk usaha yang baru dibuka, pemasaran merupakan hal yang paling penting yang harus dipelajari dan kembangkan. Berikut ini alasan-alasan mengapa strategi pemasaran penting untuk dimiliki dan terus dikembangkan.

  • Pemasaran bertujuan untuk memberi info dan juga mengkomunikasikan produk secara detail kepada para konsumen kita, termasuk didalamnya fungsi, kelebihan maupun manfaatnya bagi mereka.
  • Pemasaran juga berguna untuk menghadapi persaingan dalam usaha. Contohnya adalah strategi pemasaran dalam harga, promosi, diskon dan hal-hal lain untuk memenangkan persaingan.
  • Strategi pemasaran berguna untuk membangun dan menguatkan merek agar dikenal secara terus menerus.
  • Strategi ini juga berguna untuk mengetahui apa yang diinginkan oleh para konsumen dan juga mengetahui perilaku dan respon dari pasar. Sehingga kita bisa menyesuaikan dengan strategi pemasaran yang lebih baru.
  • Pemasaran yang baik tentunya akan membuat pertumbuhan usaha menjadi lebih tinggi dan dapat bertahan dalam waktu yang lama, karena setiap usaha yang ingin bertahan lama sangat tergantung akan kekuatan merek dan hal tersebut sangat tergantung dari pemasaran yang baik dan berkelanjutan.

Fokus dan Ulet, Kunci Sukses Bisnis UKM

Strategi dan tips di atas sifatnya adalah teknis atau skill yang harus dikuasai agar UKM sukses. Namun dibalik itu ada sifat mental seorang pengusaha sukses yang harus dimiliki yaitu Fokus dan Ulet. Tanpa sikap mental tersebut, apapun strategi  tidak akan berhasil. Jangan mudah menyerah dan gampang tergoda terhadap usaha musiman yang bukan core bisnis atau kompetisi.

 

Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...
Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan Cermati.com. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab Cermati.com.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext 308

Phone: 021 780 3747

yogya@republika.co.id

Ikuti

× Image
Light Dark