Rabu 24 Jan 2024 15:00 WIB

Market Talks Januari 2024

Simak informasi terbaru tentang kondisi pasar dan ekonomi terbaru untuk kamu para investor di Market Talks Januari 2024.

Rep: cermati.com/ Red: cermati.com
Cermati
Foto: Cermati
Cermati

Januari 2024

Provided by AIT

Januari Efek 2024, istilah yang sering didengar setiap menjelang awal tahun. Di bulan pertama biasanya orang-orang akan berpikir emiten manakah yang membukukan kinerja keuangan terbaik sepanjang 2023. Hal ini untuk memprediksi apakah tahun 2024 ini, emiten tersebut akan membagikan dividen yang menarik berdasarkan laba atau earning per shares-nya. Selain itu perkiraan aksi korporasi yang akan dilakukan emiten tahun ini. Oleh karena itulah, beberapa saham akan menarik untuk ditukar (switching) atau dibeli, baik oleh retail maupun korporasi seperti asset management, dana pensiun, dan sebagainya sehingga akan menggerakan harga saham dan market.

Sekilas News

Cadangan devisa Indonesia naik menjadi USD 146,4 miliar pada Desember 2023 dari USD 138,1 miliar pada bulan sebelumnya, menunjukkan jumlah terbesar sejak September 2021. Peningkatan tersebut didorong oleh pendapatan pajak dan layanan serta penarikan pinjaman luar negeri pemerintah. Bank Indonesia reverse asset tetap memadai, didukung stabilitas, dan prospek makroekonomi yang terjaga.

Surplus Neraca Perdagangan Indonesia USD 3,3 milliar pada Desember 2023, lebih besar dari perkiraan pasar, tetapi lebih kecil dari periode yang sama tahun 2022 yaitu USD 3,96 miliar, karena ekspor lebih rendah dari impor. Untuk setahun penuh 2023, surplus perdagangan negara menyusut tajam menjadi USD 36,93 miliar, dengan ekspor menyusut sebesar 11.33% dan impor sebesar 6.55% dari rekor tertinggi surplus USD 54,46 miliar pada tahun 2022 di tengah ledakan komoditas global.

Tingkat Inflasi Indonesia, Berdasarkan Informasi Badan Pusat Statistik

  • Inflasi tahunan turun jadi 2.61% pada Desember 2023, tetap dalam target bank sentral 2-4% untuk bulan ke-8 berturut-turut. Yang menyumbang penurunan terbesar dari sektor perumahan, makanan minuman, perabotan, akomodasi / restoran, kesehatan, pendidikan. Sedangkan yang mengalami kenaikan dari sektor transportasi, pakaian, rekreasi olahraga & budaya, serta informasi komunikasi & keuangan.
  • Inflasi inti melambat ke level terendah 2 tahun di 1.8% pada bulan Desember 2023.
  • Pembuat kebijakan memperkirakan inflasi pada 2024 tetap dalam kisaran target 2,5±1%.

Kebijakan Suku Bunga Indonesia, Berdasarkan Informasi Bank Sentral Indonesia

  • Bank Indonesia kembali mempertahankan suku bunga stabil di 6% Januari 2024, sejalan dengan ekspektasi pasar, memastikan inflasi tetap dalam koridor target bank sentral Indonesia yang konsisten menjaga stabilitas rupiah dan inflasi.
  • Fasilitas simpanan overnight dan lending facility dijaga masing-masing sebesar 5.25% dan 6.75%.
  • Bank sentral perkiraan pertumbuhan suku bunga untuk 2024 antara 4.7% - 5%, didukung oleh meningkatnya pengeluaran untuk pemilihan umum dan karena pemerintah saat ini bergegas untuk menyelesaikan proyek infrastruktur.

Rupiah, Berdasarkan Informasi Bank Indonesia

Nilai tukar rupiah dari akhir Desember 2023 hingga 18 Januari 2024 melemah 1.24%. Pelemahan rupiah terhadap dolar Amerika relatif lebih baik daripada pelemahan mata uang regional lainnya di Asia. Ke depan, nilai tukar rupiah diyakini akan lebih stabil cenderung menguat, didukung oleh meredanya ketidakpastian global, kecenderungan penurunan yield obligasi negara maju, dan menurunnya tekanan penguatan dolar Amerika Serikat.

Penguatan nilai tukar rupiah akan didukung oleh kebijakan stabilisasi Bank Indonesia serta penguatan strategi operasi moneter pro-market melalui optimalisasi instrumen Sekuritas Rupiah BI (SRBI), Sekuritas Valas BI (SVBI), dan Sukuk Valas BI (SUVBI) untuk menarik aliran masuk portofolio asing dan pendalaman pasar uang.

Koordinasi erat Bank Indonesia dengan pemerintah, perbankan, dan dunia usaha terus diperkuat guna mendukung implementasi instrumen penempatan valas Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA) sejalan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2023.

Indeks Harga Saham Gabungan (Indonesia Composite Indeks)

Tahun 2023, IHSG naik sekitar 6.16%, sedangkan rupiah menguat 1.1% terhadap dolar Amerika, sehingga apabila melakukan investasi di Pasar Modal Indonesia sejak awal 2023, misalkan dalam bentuk reksa dana seperti jenis reksa dana pendapatan tetap, reksa dana campuran, ataupun reksa dana saham, tentunya lebih menguntungkan dibandingkan dengan menyimpan mata uang dolar Amerika, kecuali apabila memang ada keperluan pembayaran dengan mata uang dolar Amerika.

Awal tahun 2024, tepatnya 5 Januari 2024, IHSG sempat mencatatkan posisi tertingginya di 7403,5781 sebagai New High, kemudian koreksi wajar karena beberapa emiten berada dalam daftar 10 saham dengan kapitalisasi pasar terbesar dan menjadi penggerak IHSG, terkoreksi, turun harga sahamnya. Hal ini turut memengaruhi harga atau NAB (Nilai Aktiva Bersih) reksa dana tertentu.

Bagaimana dengan Investasi Emas?

Berdasarkan data, sepanjang 2023 harga emas atau logam mulia naik 11.91%. Itu berarti investasi emas lebih menguntungkan dibandingkan dengan jenis investasi lainnya di tahun yang sama. Informasi terkini, investasi emas atau logam mulia, tidak hanya dapat dibeli secara fisik yang perlu effort untuk penyimpanan, tetapi sudah dapat dilakukan melalui platform penyimpanan asset komoditas (website dan mobile apps). Melalui platform ini, kamu dapat membeli, menjual, dan menarik aset emas fisik secara digital (Emas Digital atau Digital Gold).

Tidak perlu khawatir, karena sesungguhnya emas digital atau emas yang dibeli secara online, ada fisiknya, yang sewaktu-waktu dapat kamu tebus menjadi bentuk fisik, hanya dengan menambah biaya cetak saja.

Bagi investor emas maupun yang baru berniat mulai investasi emas tahun ini, 2024, harga emas diprediksi akan mencetak rekor baru. Beberapa elemen yang bisa menggerakkan harga emas dunia pada tahun ini antara lain nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS), kesehatan ekonomi AS, tingkat inflasi, rencana moneter dari bank sentral AS, ketegangan geopolitik dan sentimen pasar pada umumnya.

Singkatnya, yang menjadi pendorong utama kenaikan harga emas di dalam negeri selain dipengaruhi oleh harga emas di pasar dunia, juga dipengaruhi oleh nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, serta besaran penawaran dan permintaan.

 

 

Saat ini, 18 Januari 2024, harga emas:

Spot Treasury Antam
2024 US dollar per troy ounce 1032778 rupiah per gram 1115000 rupiah per gram

Dibandingkan dengan assets berharga lainnya, dengan berjalannya waktu, emas cenderung berhasil mempertahankan nilainya dan dipandang sebagai alat investasi yang dipercaya dapat menyimpan nilainya.

Investasi Emas di Cermati Emas

Salah satu cara mudah investasi emas adalah dengan memanfaatkan fitur Emas Digital yang tersedia di Cermati Emas. Kamu bisa berinvestasi emas dari mana pun dan kapan pun. Dalam menyediakan fitur Cermati Emas, Cermati bekerja sama dengan Treasury. Treasury berlisensi sebagai pedagang emas digital dari Badan Pengawas Perdagangan Berjangka dan Komoditi (Bappebti) Kementerian Perdagangan. Cermati Emas sebagai alternatif pilihan investor untuk memiliki emas fisik yang bisa dibeli secara digital atau emas online. Semudah ketika membeli emas di Cermati Emas, ketika menjualpun mudah, tinggal pilih tombol jual, mau dalam rupiah ataupun gram. Dana hasil penjualan akan ditransfer pada hari yang sama.

Harga emas yang tersedia di Cermati Emas adalah harga emas murni dengan kadar 99.99%.

Berikut adalah penampakan pergerakan investasi emas selama beberapa tahun terakhir:

Keterangan:

XAUIDRG = Emas dalam rupiah per gram

XAUUSD = Gold atau emas spot (emas dunia dalam dolar Amerika)

Composite = Indeks Harga Saham Gabungan

USDIDR = nilai tukar 1 dolar Amerika terhadap rupiah

Setelah melihat gambar histori pergerakan harga emas, fix, ternyata membeli dan menyimpan emas jauh lebih menguntungkan daripada investasi lainnya. Sejak 2018 keuntungan 78% lebih, sejak 2020 keuntungan 46% lebih. Jadi tunggu apa lagi, 2024, ayo investasi emas di Cermati Emas!

 

Source: Cermati, Artha Investa Teknologi, Bank Indonesia, TradingEconomics, Investing, Tradingview.

Disclaimer:

Dokumen ini dibuat hanya untuk memberikan informasi. Isi dokumen ini tidak boleh ditafsirkan sebagai suatu bentuk penawaran untuk membeli/menjual/dijadikan dasar dari atau yang dapat dijadikan pedoman sehubungan dengan suatu perjanjian atau komitmen apa pun atau suatu nasehat investasi. 

 

Yuk gabung diskusi sepak bola di sini ...
Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan Cermati.com. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab Cermati.com.
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement