Sindikasi Republika

10 Mata Uang Terendah di Dunia dan Konversinya Terhadap Dolar

Kamis , 08 Dec 2022, 07:00 WIB Rep: cermati.com/ Red: cermati.com
Cermati
Cermati | Foto: Cermati

Mata uang terendah di dunia seringkali menjadi hal yang menarik untuk diperbincangkan. Bagaimana tidak, nilai tukar mata uang yang rendah seperti ini tentu akan ikut mempengaruhi banyak hal, termasuk kondisi perekonomian di sebuah negara.

Pada dasarnya, dolar Amerika Serikat masih menjadi acuan umum yang digunakan untuk melihat nilai kurs mata uang sebuah negara. Nilai tukar ini akan ditentukan oleh banyak hal, termasuk jumlah permintaan dan juga penawaran terhadap mata uang itu sendiri.

Semakin banyak permintaan akan mata uang tertentu, maka peluang nilai mata uang tersebut menjadi baik tentu terbuka dengan lebar. Namun hal sebaliknya juga berlaku, jika permintaan mata uang rendah dan hanya digunakan oleh sedikit orang saja. 

Baca Juga:  Kebijakan Moneter: Pengertian, Tujuan, Jenis, dan Instrumennya

Apakah Rupiah Masuk Daftar Mata Uang terendah di Dunia? 

mata uang rupiah

Hampir sama dengan sejumlah mata uang negara lainnya, mata uang negara kita (rupiah) juga termasuk salah satu  mata uang terendah di dunia. Hal ini tentu disebabkan oleh nilai tukarnya yang sangat rendah terhadap dolar Amerika Serikat dan mata uang terkuat lainnya selama belasan tahun belakangan ini. 

Meski berulang kali mengalami penguatan, rupiah masih tetap sulit untuk keluar dari daftar mata uang paling rendah di dunia. Namun kedepannya kita tentu masih tetap berharap, semoga nilai tukar rupiah terhadap dolar bisa menjadi lebih baik dari saat ini. 

Berikut ini adalah daftar mata uang paling rendah di dunia dan konversinya terhadap Dolar Amerika Serikat: 

No Nama Mata Uang dan Konversinya ke Dollar Saat Ini   Keterangan
1 Riel Kamboja (KHR) Nilai tukar 1 US$ setara dengan 4.136 KHR. 

Riel Kamboja menjadi salah satu mata uang dengan nilai tukar paling rendah di dunia. Mata uang yang satu ini tidak begitu populer jika dibandingkan dengan berbagai mata uang negara lainnya, sehingga tidak banyak digunakan. 

Bukan hanya bagi warna negara asing saja, sebagian masyarakat Kamboja bahkan lebih suka bertransaksi dengan menggunakan dolar Amerika maupun mata uang populer lainnya. 

2 Franc Guinea (GNF) Nilai tukar 1 US$ setara dengan 8.620 GNF.

Guinea merupakan salah satu negara yang kaya dan memiliki sumber daya alam melimpah, seperti emas, mineral, berlian, dan yang lainnya. Namun hal ini tak serta merta membuat negara ini makmur dan juga sejahtera, sebagaimana negara yang memiliki banyak sumber daya alam.

Sama seperti kebanyakan negara di Afrika, Guinea juga bergelut dengan kemiskinan yang parah. Ada banyak permasalahan ekonomi yang terbilang pelik dan sulit dikendalikan di negara ini, mulai dari inflasi yang sangat tinggi, hingga angka kemiskinan yang sulit ditekan dan terus meningkat setiap tahunnya. 

Berbagai kondisi di atas membuat perekonomian Guinea memburuk dan nilai tukar mata Franc Guinea terhadap mata uang asing terus merosot setiap tahunnya.

3 Rubel Belarusia (BYR) Nilai tukar 1 US$ setara dengan 9.898 rubel Belarusia.

Mata uang negara yang berada di Eropa Timur ini juga menjadi salah satu mata uang paling rendah di dunia. Hal ini disebabkan oleh banyak hal, salah satunya tingkat pertumbuhan ekonomi yang terbilang sangat rendah setiap tahunnya.

Pergantian mata uang Belarusia dari rubel Soviet menjadi rubel Belarusia terjadi di tahun 1992, tepatnya beberapa waktu setelah negara Soviet bubar. Hal ini menyebabkan redenominasi mata uang tersebut.

4 Som Uzbekistan (UZS) Nilai tukar 1 US$ setara dengan 11.234 UZS

Negara yang sempat menjadi bagian Uni Soviet ini termasuk salah satu negara yang pertumbuhan ekonominya begitu rendah. Hal ini mengakibatkan banyak masalah di dalam perekonomian Uzbekistan, salah satunya nilai tukar mata uangnya yang begitu rendah. 

Selama bertahun-tahun, pemerintah Uzbekistan mencoba untuk memperbaiki kondisi ekonominya, namun hal tersebut sepertinya belum juga membuahkan hasil.

5 Rupiah Indonesia (IDR)

Nilai tukar 1 US$ setara dengan 15.645 IDR.

Mata uang negara kita juga termasuk ke dalam salah satu mata uang paling rendah di dunia. Hal ini bahkan sudah terjadi sejak belasan tahun lalu, tepatnya ketika kita mengalami krisis moneter di tahun 1990-an silam.

Pada dasarnya, kondisi perekonomian tanah air terbilang stabil selama beberapa tahun belakangan ini. Namun hal tersebut belum juga mampu meningkatkan nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing lainnya.

6 Kip Laos (LAK)

Nilai tukar 1 US$ setara dengan 17.304 LAK

Laos merupakan salah satu negara yang tidak melakukan devaluasi terhadap nilai tukar mata uangnya. Secara resmi mata uang kip Laos diedarkan sejak tahun 1952 silam dan mengalami peningkatan secara konsisten hingga saat ini. 

Meski memiliki pertumbuhan ekonomi yang terbilang baik dan didukung dengan pertumbuhan di bidang industri yang mumpuni, negara ini tetap terpengaruh oleh krisis keuangan yang terjadi di tahun 1990-an. Hal ini bisa dilihat dari nilai tukar mata uangnya yang rendah.

7 Leone Sierra Leone (SLL)

Nilai tukar 1 US$ setara dengan 18.225 SLL

Leone Sierra Leone (SLL) merupakan mata uang dari negara Sierra Leone, ini adalah sebuah negara yang terletak di benua Afrika. Sebagaimana negara Afrika lainnya, mata uang negara ini juga termasuk ke dalam mata uang terendah di dunia. 

Kondisi perang yang berkepanjangan telah menyebabkan masalah ekonomi yang serius di negara ini, sehingga Sierra Leone masuk ke dalam daftar salah satu negara termiskin. Hal ini juga mengakibatkan SLL mengalami devaluasi.

Selain itu, serangan wabah virus Ebola yang merebak di wilayah Afrika juga menjadi penghalang pertumbuhan ekonomi negara ini dan membuat nilai tukar mata uangnya semakin merosot.

8 Dong Vietnam (VND)

Nilai tukar 1 US$ setara dengan 24.838 VND.

Vietnam merupakan salah satu negara di Asia Tenggara dengan nilai tukar mata uang paling rendah selama belasan tahun belakangan. Kondisi ekonomi yang sulit telah membuat mata uang negara ini terdevaluasi dan mengalami kesulitan untuk melakukan perbaikan. 

Bukan hanya di kawasan Asia Tenggara saja, Dong Vietnam bahkan termasuk dalam mata uang paling rendah di dunia. Meski telah melakukan banyak upaya dalam berbagai bidang, pemerintah Vietnam masih kesulitan untuk membawa perubahan dalam perekonomiannya.

9 Rial Iran (IRR)

Nilai tukar 1 US$ setara dengan 42.450 IRR.

Rial Iran menjadi salah satu mata uang dengan nilai tukar paling rendah di dunia. Devaluasi yang terjadi secara terus menerus sejak tahun 1979 silam telah membawa masalah panjang di dalam perekonomian negara yang satu ini. 

Kondisi perang yang berkepanjangan juga menjadi alasan banyak pebisnis memutuskan untuk meninggalkan Iran dan mengalihkan bisnis mereka ke negara-negara lain yang lebih aman. Selain itu, program nuklir yang dibuat selama masa perang Iran dengan Irak juga membuat negara ini dikenai sanksi ekonomi berat. 

Berbagai kondisi di atas membuat kondisi perekonomian Iran menjadi lebih buruk dari tahun ke tahunnya. Negara ini bahkan mengalami devaluasi mata uang sampai hampir 400%.

10 Bolivar Venezuela (VEZ)

Nilai tukar 1 US$ setara dengan 440.450 VES.

Venezuela merupakan negara yang terletak di Amerika Selatan dan menjadi negara dengan kondisi ekonomi yang buruk selama hampir sepuluh tahun belakangan ini. Krisis yang terjadi sejak tahun 2013 lalu telah membuat perekonomian negara ini anjlok dan tak kunjung mengalami perbaikan. 

Inflasi yang terjadi berulang telah membuat Venezuela mencapai angka inflasi lebih dari 200% dan ini menjadi yang tertinggi di dunia. Hal ini tentu membawa banyak dampak buruk pada kondisi ekonominya, termasuk nilai tukar VES yang semakin rendah. 

Hal ini juga berimbas pada rendahnya ketersediaan lapangan kerja, sebab para investor lebih memilih memindahkan uang mereka ke negara-negara lain yang dianggap lebih berpotensi.

Baca Juga: Jika Nilai Tukar Rupiah Mengalami Penurunan Lagi, Ini Dia Dampaknya

Nilai Tukar Rupiah Termasuk yang Terendah di Dunia 

Indonesia menjadi salah satu negara yang mata uangnya masuk ke dalam daftar mata uang terendah di dunia. Hal ini tentu disebabkan oleh nilai tukar rupiah yang terbilang rendah terhadap dolar Amerika Serikat dan mata uang kuat lainnya. Namun meski begitu, kondisi ekonomi di tanah air masih terbilang stabil selama beberapa tahun belakangan ini.

Baca Juga: Memahami Pangkat Golongan, Gaji PNS dan Tunjangannya

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan Cermati.com. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab Cermati.com.

Artikel Terkait

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext 308

Phone: 021 780 3747

[email protected]

Ikuti

× Image
Light Dark