Rabu 01 Feb 2023 17:00 WIB

Penting! Berikut Cara Tepat Memahami Isi Polis Asuransi Kesehatan Agar Tak Merugi

Aangat penting untuk memahami setiap poin ketentuan yang terdapat pada polis asuransi kesehatan agar tidak merugi. Berikut penjelasan selengkapnya:

Rep: cermati.com/ Red: cermati.com
Cermati
Foto: Cermati
Cermati

Memiliki asuransi sebagai upaya preventif terhadap risiko munculnya kerugian di masa depan adalah hal yang tepat untuk dilakukan. Ada banyak manfaat yang didapat melalui asuransi. Selain kondisi finansial yang lebih terkelola dengan baik, diri pun menjadi lebih aman dan terlindungi.

Hal ini juga berlaku pada setiap pemegang polis asuransi kesehatan. Perusahaan akan menjamin perlindungan maupun penggantian biaya bagi pemilik asuransi ini, sesuai dengan ketentuan polis yang disepakati. Jadi, ketika jatuh sakit dan membutuhkan perawatan, pemegang polis pun tak lagi perlu merasa khawatir. 

Nah, agar manfaat asuransi bisa kamu dapatkan secara maksimal, maka perlu untuk menunaikan kewajiban sebagai pemegang polis, yaitu membayar premi asuransi. Pembayaran ini bisa dilakukan setiap bulan atau triwulan sekali, tergantung kesepakatan. Dengan begitu, jaminan perlindungan yang perusahaan janjikan bisa didapatkan.

Namun, sebelum menyetujui pembayaran premi, kamu perlu menentukan terlebih dahulu polis asuransi kesehatan mana yang sesuai dengan kebutuhan. Diketahui pula ketentuan dan manfaat polis yang didapatkan agar kamu tak merasa rugi karena sudah membayar ‘cukup mahal’. 

Lalu, seperti apa isi dari polis asuransi kesehatan itu? Simak ulasannya di bawah ini, ya. 

 

Apa itu Polis Asuransi Kesehatan?

polis asuransi

Saat menyetujui pembelian produk asuransi kesehatan, perusahaan dan nasabah akan menandatangani suatu kontrak kerjasama yang tertulis. Inilah yang disebut dengan polis asuransi. Dalam polis ini tertuang poin-poin penting perjanjian seperti besarnya premi yang harus dibayar, manfaat yang didapatkan pemegang polis, hak dan kewajiban yang harus dipenuhi perusahaan maupun pemegang polis, bahkan surat klaim dana asuransi. 

Jadi, polis asuransi ini menjadi dasar berjalannya perjanjian antara perusahaan dan pemegang polis. Jadi, sangat penting untuk memahami setiap poin ketentuan yang terdapat pada polis asuransi kesehatan ini. 

Baca Juga: Wajib Dipahami Sebelum Mengajukan, Yuk Cari Tahu Apa Itu Polis Asuransi dan Fungsinya

Isi Polis Asuransi Kesehatan

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, polis asuransi menjadi dasar berlakunya perjanjian. Segala hal yang berhubungan dengan asuransi kesehatan, bisa diputuskan sesuai dengan kesepakatan dalam polis ini. Lalu, seperti apa isi dari polis asuransi itu? 

Setiap perusahaan memiliki ketentuan dan isi polis yang berbeda-beda. Namun, secara umum polis asuransi kesehatan akan berisi tiga hal, yaitu:

Hal-Hal yang Ada pada Polis Asuransi  Penjelasan
Ringkasan Polis

Hal pertama yang pasti termuat dalam polis asuransi adalah data mengenai hal apa saja yang menjadi pertanggungan dalam kerjasama yang disepakati. Di antara hal tersebut yaitu:

  • Identitas pemegang polis, yaitu penerima manfaat dari asuransi, baik diri sendiri, keluarga, maupun ahli waris.
  • Manfaat pertanggungan yang didapatkan termasuk poin tambahan
  • Besarnya premi yang harus dibayarkan beserta rincian detail perlindungan yang didapatkan
 Ketentuan yang Berlaku

Setiap polis asuransi kesehatan idealnya memuat ketentuan yang berlaku, baik secara umum maupun khusus. Di antara ketentuan tersebut yaitu:

  • Kapan mulai berlakunya masa pertanggungan polis
  • Manfaat yang didapatkan pemegang polis
  • Mekanisme pembayaran premi sekaligus nominal serta tenggang waktu pembayaran
  • Kebijakan perusahaan ketika pembayaran premi lewat dari tanggal jatuh tempo
  • Syarat dan tata cara pengajuan klaim
  • Mekanisme penyelesaian perselisihan, baik di dalam maupun luar pengadilan
Salinan Formulir Pendaftaran

Selanjutnya, hal yang termuat dalam polis asuransi adalah formulir pendaftaran. Biasanya, pemegang polis akan diminta mengisi formulir sebelum menandatangani perjanjian. Formulir inilah yang juga ikut dimasukkan dalam polis sebagai bukti tertulis.

Cara Mempelajari Polis Asuransi

mempelajari polis asuransi

Agar dapat memahami ketentuan polis perjanjian pada asuransi kesehatan, maka kamu perlu memahami setiap poin yang tertera pada polis asuransi. Karena memuat beberapa istilah yang asing, perlu hati-hati dalam menafsirkannya agar tak salah paham. Di bawah ini ada beberapa cara yang bisa membantu memahami ikhtisar polis asuransi kesehatan:

1. Baca secara Menyeluruh

Sebelum menyetujui segala bentuk perjanjian dalam pembelian asuransi, pastikan untuk membaca dan memahami secara menyeluruh ketentuan dan penjelasan terkait produk asuransi tersebut. Dengan membaca, kamu akan mengetahui secara jelas mengenai produk, termasuk manfaat maupun kelemahan produk. Jadi, kamu tak akan merasa tertipu atau dipersulit oleh perusahaan asuransi. 

2. Amati Ikhtisar pada Polis Asuransi

Jika sudah membaca secara keseluruhan, maka saatnya kamu mengamati ikhtisar polis asuransi. Lembar ikhtisar ini biasanya terdiri dari 3-5 halaman yang mana berisi identitas pemegang polis, uang pertanggungan, cakupan perlindungan, premi yang harus dibayarkan, jangka waktu berlakunya asuransi, dan lain sebagainya. 

Pastikan membaca dan memahami lembar ikhtisar ini dengan baik dan penuh kehati-hatian. Pasalnya, mungkin saja terdapat data yang tidak sesuai dengan penawaran yang diberikan sebelumnya. 

3. Kenali Istilah-istilah Asuransi

Berikut beberapa istilah yang perlu kamu pahami dalam polis asuransi:

  • Grace Period: Masa tenggang selepas jatuh tempo pembayaran premi.
  • Pemegang Polis: Orang yang terikat dengan perjanjian yang dibuat dengan perusahaan asuransi dan bertanggung jawab atas segala kewajibannya terhadap perusahaan asuransi.
  • Premi: Nominal pembayaran yang disetujui oleh pemegang polis dan perusahaan asuransi. Pembayaran premi akan dilaksanakan sesuai dengan perjanjian, bisa bulanan, tahunan atau sesuai kesepakatan.

Baca Juga: Agar Tidak Gagal Paham, Ini Istilah-Istilah Asuransi yang Perlu Diketahui

4. Manfaatkan Masa Tenggang Polis

Ketika mendapati beberapa hal yang kurang sesuai dengan data atau penawaran, pemegang polis berhak mengajukan cooling off period, yaitu waktu mempelajari polis asuransi. Masa ini disebut juga masa tenggang yang berlaku selama 7 hingga 14 hari. 

Pada masa ini, pemegang polis bisa mengajukan pembatalan ketika ada poin perjanjian atau penawaran yang tidak sesuai dengan kesepakatan. 

5. Periksa Ketentuan Polis Asuransi

Saat membaca kentutan polis, pastikan kamu telah memahami termasuk persyaratan atas perlindungan yang didapatkan nasabah. Pastikan bahwa persyaratan yang dibebankan sudah bisa kamu penuhi. 

Jangan sampai karena kondisi tertentu seperti kesalahan data, membuat persayaratan tak bisa dipenuhi. Sehingga, saat pengajuan klaim pun akan menemui kendala atau bahkan tak bisa diproses.

Kurangi Risiko Kerugian dengan Teliti dan Bijak saat Membeli Polis Asuransi

Karena menjadi hal dasar dalam pelaksanaan perjanjian kerjasama di bidang asuransi, ketentuan pada polis asuransi harus diketahui dan dipahami secara detail dan menyeluruh. Hal ini untuk mengurangi risiko terjadinya kesalahpahaman di masa depan yang bisa menimbulkan kerugian. 

Untuk itu, bersikap proaktif adalah kunci sebelum membeli polis asuransi adalah cara yang tepat. Tanyakan kepada pihak penyedia mengenai setiap poin yang kurang dipahami. Pastikan agar tidak ada poin yang terlewat, agar kontrak perjanjian bisa berjalan nyaman dan aman. 

Baca Juga: Cara Membaca Polis Asuransi yang Benar

 

Yuk gabung diskusi sepak bola di sini ...
Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan Cermati.com. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab Cermati.com.
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement